Book Review : A Life oleh Silvia Arnie

re_buku_picture_80357

RATING : ★★★★☆

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2007
Harga : Rp. –
Jumlah halaman : 208 halaman
ISBN   : 979 – 22 – 2683 – 4

First Sight :
Aku suka dengan kover buku ini, suka warnanya, gambarnya lucu dan paling suka judulnya. Cuma aku agak tertipu, aku pikir judulnya hanya ‘Life’ aja, baru beberapa hari setelah baca buku ini aku baru sadar kalo kedua orang yang jadi gambar itu membentuk huruf ‘A’ haha pantesan bentuknya miring-miring gitu kirain gaya aja.


Stories :

Setiap detik dalam hidupku diwarnai pengkhianatan
Terlalu kejam tuk jadi kenyataan
Terlalu buruk tuk jadi mimpi buruk
Dan tangis pun tak sanggup menggambarkan apa pun

Puisi ini adalah favorit Ginna. Dari sejak pertama membacanya di mading sekolah, puisi yang menjadi pemenang lomba puisi antar sekolah ini selalu terngiang-ngiang di kepalanya Ginna. Puisi itu terasa begitu menyedihkan.

“Mau pesan apa?” tanyaku bingung karena ia menutup buku menu. Terserah. Sama kayak kamu aja,” katanya singkat. Air mataku menggenang. Aku sudah susah payah seperti ini, tapi sikapnya tak berubah.

Ginna tersenyum berusaha mencairkan suasana, tetapi Roland tetap diam sekeras batu.Ginna tak berani bertanya seperti biasa. Ginna bisa saja jadi wanita paling tegas, tapi tidak di depan cowok ini. Dia lemah di depannya.

Ginna adalah cewek yang selalu memperhatikan penampilan. Giordano, The Body Shop, Salon, adalah tempat-tempat yang selalu ia datangi secara rutin. Semua itu terlebih dia lakukan agar dapat menarik perhatian Roland, sayangnya dia selalu gagal.

“Lunna,” Sandy mengejarku. “Cuma gue yang ngerti elo, yang enggak berhenti menyayangi elo, yang enggak pernah berhenti ngejar elo.” “Elo?” tanyaku getir. “Lo satu-satunya cowok yang pling enggak ngerti gue!”

Sama sekali tidak terbayangkan oleh Lunna beberapa detik lalu dia masih berharap bisa bersama kembali dengan Sandy. Sandy terus mengikutinya, hingga akhirnya dengan terpaksa dia meninju muka Sandy. Lunna lalu melanjutkan mengejar Mango untuk menjelaskan keadaan sebenarnya. Lunna adalah kebalikan Ginna. Penampilannya urakan. Suka menulis puisi. Tomboy dan cuek. Tapi sebenarnya ada yang Lunna sembunyikan dari teman-temannya.

Dua orang berbeda ini akhirnya dipertemukan oleh satu insiden memalukan dan menyakitkan tetapi lucunya itulah yang membuat mereka lantas bersahabat. Mereka sangat akrab dan saling membutuhkan satu dengan yang lain. Kedua sahabat ini pernah tersakiti tapi akhirnya keduanya sama-sama menemukan lelaki baik hati yang membuat keduanya jatuh hati. Tapi siapa menyangka, takdir akhirnya memisahkan kedua sahabat ini.

Insiden apakah yang mempertemukan Ginna dan Lunna ? Dan masalah apa yang membuat kedua sahabat ini terpisah ? Temukan kisahnya di A Life !


What I Love From “A Life” :
Aku suka sekali dengan buku ini. Beberapa part bikin air mata netes sana-sini apalagi di ending nya. Jalan ceritanya mudah dimengerti, tidak terlalu banyak konflik yang seringkali jadi bikin cerita ngalur ngidul. Covernya lucu dan warnanya eye-catching. Tidak ada typo di dalam buku ini. Karakter tokohnya konsisten dan porsinya pas jadi tidak terasa hanya salah satu tokoh saja yang menonjol.


What I Hate From “A Life” :


tiaraorlanda ♣

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s