Book Review : She oleh Windhy Puspitadewi

she

RATING : ★★★☆☆

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2007
Harga : –
Jumlah Halaman : 256 halaman
ISBN : 979 – 22 – 2711 – 3

First Sight :
Aku suka dengan kover buku ini baik dari warna maupun gambarnya. Gambar kover ini sudah cukup mencerminkan isi buku ini. Nanti isinya akan aku bahas di Stories ya. Aku hanya kurang menyukai font yang digunakan untuk judul buku maupun nama penulisnya serta letak keduanya, terkesan kurang rapi.


Stories :
Buku ini bercerita tentang dua orang cewek yang namanya hampir mirip. Dinar dan Dhinar. Hanya berbeda 1 huruf saja. Aku rasa inilah alasan mengapa pada judul buku, huruf ‘H’ dibuat dengan huruf kapital. Walaupun memiliki nama yang hampir mirip, keduanya memiliki karakter yang sangat bertolak belakang.

Dinar, adalah orang yang blak-blakan. Berani dalam segala hal, tidak takut apapun dan berani mengekspresikan dirinya walaupun terkadang dengan cara yang tidak dimengerti orang lain. Dinar selalu berpikiran enteng dan santai menjalani hari-harinya. Dinar memiliki pacar yang sangat pengertian dengan semua sifatnya, yang dengan usilnya ia beri panggilan Sapu.

Dhinar bertolak belakang dengan Dinar. Dhinar adalah orang yang tertutup, tidak memiliki banyak teman di sekolahnya, taunya hanya belajar, membaca buku, belajar, tugas, itu saja. Dia menjalani hari-harinya serba teratur dan terencana. Tapi hidup Dhinar seperti disadarkan sejak Flemming mencoba masuk dan menunjukkan kalau hidup tidak melulu soal nilai dan belajar saja.

Kedua orang berbeda karakter ini dipertemukan di toko buku dan berlanjut saat mereka ternyata bersama-sama mengambil kelas kursus bahasa Jepang.

Bagaimana akhirnya kedua orang ini menjalin persahabatan dengan karakter yang jauh berbeda ? Bisakah mereka mencapai apa yang mereka masing-masing inginkan ? Temukan kisahnya di She !


What I Love From “She” :
Aku suka dengan alur cerita yang ringan dan mudah dimengerti. Karakter yang ditampilkan dalam buku ini pun konsisten hingga akhir cerita. Pesan yang dimaksudkan buku ini gampang ditangkap. Kita harus lebih mencintai diri kita sendiri dan percaya diri dan perlunya untuk bersantai tidak melulu belajar agar kita tetap memiliki pergaulan sosial dengan orang lain.


What I Hate From “She” :


Quotes :

Mungkin akan banyak rintangan yang akan menghadang dalam perjuangan kita dan mungkin pula kita akan mengalami banyak pengalaman pahit dan kegagalan. Tapi jangan pernah menganggap kegagalan dan pengalaman pahit sebagai kenangan buruk yang harus dilupakan. Pengalaman yang tidak menyakitkan tidak akan ada artinya, karena manusia, jika belum pernah mengalami pengorbanan, tidak akan ingat. Percayalah, sesakit apa pun, sesedih apa pun, kenangan buruk itu suatu saat akan membuat kita menjadi orang yang lebih kuat.”


tiaraorlanda ♣

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s