Book Review : Fairish oleh Esti Kinasih

FAIRISH

RATING : ★★★★★

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2005
Harga : Rp. –
Jumlah halaman : 312 halaman
ISBN : 979 – 22 – 0940 – 9

Dimana-mana sesuatu yang misterius itu memang lebih membangkitkan rasa ingin tahu (hal : 15)

Fairish, atau yang lebih akrab dipanggil Irish gak tau dia mimpi apa kemarin sampe hari ini harus sebangku dengan murid baru yang kayak batu es begini. Namanya Davi, dan semua teman-temannya heboh karena cowok ganteng ini. Bayangin aja saking pendiamnya Davi dan Irish bisa cuma ngomong satu atau dua kali aja sepanjang hari padahal mereka duduk sebelahan !

Dan lebih mimpi lagi pas Davi menceritakan salah satu rahasia terbesarnya kepada Irish dan meminta Irish membantunya.

Beban yang dia tanggung benar-benar berat. Beban perasaan bersalah yang pasti akan membuatnya membenci diri sendiri. Dan itu tidak akan bisa dihindari dengan cara apa pun. Kecuali berdamai dengan perasaan bersalah itu. Coba melupakan, atau membiarkannya saja dan menerima kenyataan bahwa memang itulah yang sudah terjadi (hal 35)

Awalnya Irish menolak membantu Davi, tapi akhirnya karena kasihan dia setuju. Hari dan waktu berlalu dan mereka bukan lagi hanya sekedar teman sebangku. Perasaan pun mulai tak lagi sama seperti hari kemarin.

Perlahan, ada yang berubah. Cinta yang muncul dalam diam dan tumbuh dalam keheningan. Yang datang bahkan tanpa dia sadari. Berjalan bersamanya, larut dalam tawa dan semua kelakarnya, limbung dalam senyum dan tatap mata. Disaat dia semakin jatuh-bangun untuk tetap ada dalam skenario yang telah mereka tata, dia malah semakin wajar dan menjalani perannya apa adanya. Hampir putus asa, dia teriakkan cintanya ke udara, tapi ternyata menguap sia-sia….. (hal 139)

Dan lalu Alfa, ditengah mereka. Menjadi seseorang yang tau rahasia Davi membuat Davi berang dan menuduh Irish yang membocorkan rahasia itu. Irish yang merasa gak melakukan tentu aja balas marah.

Dan semanis apa pun yang namanya kenangan, itu akan tetap cuma kenangan. Abstrak, dan adanya di belakang ! (hal 206)

Siapa sebenarnya Alfa ? Apa rahasia Davi ? Apa skenario yang Davi dan Irish lakukan ? Baca sendiri di Fairish ya 🙂

*****

Buku ini jujur teenlit pertama yang menurut aku agak ‘berat’ dan ada isinya. Karakter masing masing tokoh di dalamnya kuat sekali. Karena aku bisa membayangkan jadi Davi, jadi Irish, bahkan jadi Alfa. Ditambah dengan deskripsi suasana yang lengkap misalnya quotes-quotes yang aku kutip diatas, itu menggiring aku ke suasana yang diinginkan penulis di buku.

Kebetulan aku memang suka buku-buku yang ceritanya sedih-sedihan gitu, jadi buku ini adalah salah satu favoritku. Ini happy ending kok kalian tenang aja, cuma ya proses ke ending itu agak sedikit nyes..

Aku suka sekali part doa yang diberikan Irish ke Davi, yah aku sering banget ngulang doa-doa itu pas aku lagi need some help from Him, you know what i mean, right ?

Tuhanku, bicaralah padaku bila aku kesepian
Bisikkanlah dukungan-Mu bila aku dirundung kecemasan
Dengarkanlah suaraku bila aku jatuh
Sudilah menjadi bagiku penghiburan dalam perjalanan
Tempat bernaung di waktu panas
Tempat berteduh di kala hujan
Tongkat penuntun dalam kelelahan
Dan penolong dalam bahaya
Semoga aku berhasil
Mencapai tujuanku
Sekarang, dan juga nanti
Pada akhir hidupku.

Alasan pertama membeli buku ini adalah karena aku ngeliat filmnya di TV (waktu itu buku ini pernah difilmkan maenjadi series), dan aku kirain Fairish adalah film yang dibukuin padahal sebaliknya. Ternyata membeli buku ini gak sia-sia.

Buku ini menggunakan POV 3. Cover buku ini biasa aja. Mungkin kurang menarik di jaman sekarang, cuma kalo jaman aku dulu semua teenlit emang gambar cover-nya ya begitu 🙂 Aku suka background warnanya coklat gitu lebih adem. Lebih suka cover lama dibanding yang baru.

Buku ini ada romance-nya tapi bukan tipe romance yang bikin kita serasa nonton ftv. No, it was not. Kalo aku sih jujur aja sedih bacanya, istilahnya berair mata tapi dengan porsi yang pas. Selamat membaca 🙂

tiaraorlanda ♣

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s