Book Review : Tea For Two oleh Clara Ng

6261361

RATING : ★★★★★

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2009
Harga : Rp 45.000
Jumlah halaman : 312 halaman
ISBN : 978 – 979 – 22 – 4332 – 1

Tea For Two adalah novel karya Clara Ng yang pertama aku baca. Buku ini sendiri sebenarnya terbit dari tahun 2009, tapi aku baru belinya di tahun 2012. Sering kali aku ngeliat buku ini di rak toko buku dan penasaran pengen baca, tapi selalu batal karena ada buku lain yang akhirnya aku beli.

Kali itu aku lagi gak ada wishlist, dan aku pun beli buku ini. Yang menarik aku pertama kali buat beli dan baca buku ini adalah karena cover-nya.Warnanya adem sekali. Orange tapi bukan orange terang yang eyecatching gitu, lebih adem warnanya.

Hal kedua adalah tulisan kecil di header cover-nya, aku gatau itu bisa dibilang tagline apa bukan, tulisannya begini :

Menghindari stereotip dalam karyanya, Clara Ng menggambarkan perempuan dalam berbagai wajah (The Jakarta Post)

Dan ending di sinopsis belakang cover :

Inilah kisah yang menelanjangi sisi buruk pernikahan. Para lajang, gemetarlah, karena lelaki yang kau pikir Mr. Right bisa berubah menjadi Mr. Totally Wrong.

Buku ini bercerita tentang Sassy sebagai tokoh utama yang memiliki perusahaan makcomblang bernama Tea For Two. Motto perusahaannya adalah hidup berbahagia selama-lamanya. Dia sudah mencomblangi dan mengurusi hubungan orang dengan jumlah yang tidak sedikit.

Suatu insiden kecil di Tea For Two akhirnya mempertemukan Sassy dan Alan. Alan adalah orang yang sweet banget dan romantis sejadi-jadinya. Lambat laun Sassy luluh dan akhirnya mereka pun menikah.

Tapi Alan yang Sassy pikir adalah Mr. Right ini ternyata setelah menikah malah menunjukkan sikap naik-turun, dan emosinya tidak stabil. Seperti dijelaskan di sinopsis cover belakang buku ini, Sassy pun akhirnya mengalami masalah-masalah dalam rumah tangganya, salah satunya KDRT.

Buku ini bagus sekali untuk dibaca, karena terkadang kita sering mensalah -artikan sikap seseorang. Apalagi untuk urusan percintaan. Kalau dikatakan terkadang kita hanya melihat apa yang ingin kita lihat, itu benar adanya. Terkadang kita punya feeling it’s gonna be wrong, tapi kita abaikan.

Buku ini menceritakan tentang life after wedding, bahwa gak semua pernikahan itu akan baik-baik saja atau happily ever after. Dan saat kita ada di pernikahan yang salah, apa yang harus dilakukan ? Buku ini menceritakan tentang itu semua itu.

tiaraorlanda ♣

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s