Book Review : Flavor of Love oleh Al Dhimas

13480174

RATING : ★★★★☆

Penerbit : GagasMedia
Tahun terbit : 2012
Harga : Rp 40.000
Jumlah halaman : 262 halaman
ISBN : 978 – 979 – 780 – 547 – 0

Prudence atau Pru adalah seorang penulis kolom kuliner di majalah lifestyle yaitu Fabz. Atas usul sahabatnya, Aro, Pru pun membuat sebuah blog untuk menulis tentang kegiatan sehari-harinya. Suatu hari Pru tidak sengaja membicarakan tentang komitmen dan pernikahan dengan Raja -redaktur pelaksana Fabz- . Pru pun memutuskan akan membahas tentang kedua hal tersebut dalam blognya. Termasuk alasan para pria menolak untuk berkomitmen dalam pernikahan.

Trauma masa lalu itu pelajaran berharga untuk kalian bawa sebagai bekal  untuk enggak diulangi. Ibaratnya kalo ujian, kalian sudah terlebih dahulu memperoleh kisi-kisi sehingga tidak akan kesulitan saat menghadapi soal-soal yang sulit. Jadi, manfaatkan hal itu.

Pendapat dan pengalaman teman-temannya menjadi bahan riset secara tidak langsung bagi Pru untuk tulisan ini. Terutama dari sahabat-sahabat a.k.a sisterhood-nya Alpha Venus. Alpha Venus itu terdiri dari Bilbi, MIlki dan Dita.

Kamu tahu kalo kami nggak bisa selalu ada buatmu, tapi kami berusaha untuk ada saat kamu membutuhkan.

Aro dan Pru adalah sepasang sahabat yang selalu bersama-sama. Aro selalu khawatir berlebihan bahkan posesif terhadap Pru apabila sudah menyangkut soal Ben -sahabat Pru juga-. Demikian juga halnya Pru, saat musuh bebuyutannya semasa SMA -Tara- datang dan masih mencoba merebut Aro, sahabatnya darinya.

Tunggu.. Benarkah mereka hanya bersahabat saja ? Baca by yourself di Flavor of Love !

*****

Cover Flavor of Love ini termasuk salah satu cover yang masuk ke dalam list adorable-ku. Ada gambar  cupcake disana, mungkin maksudnya menggambarkan Pru yang sering membuatkan cupcake untuk Aro.

Ada beberapa typo yang aku temukan dalam buku ini, tidak banyak. Dan buku ini menggunakan POV 3.

Aku suka dengan buku ini. Ceritanya memang klise tapi menyenangkan untuk dibaca. Apalagi dengan part-part cerita yang digambarkan sebagai isi blog Pru, menarik. Aku senang dengan tiap karakter di buku ini, termasuk karakter Tara yang menyebalkan itu. Dan menikmati dibuat greget dengan tingkah Aro yang labil sana-sini khususnya di halaman-halaman terakhir.

Setting tempat yang digunakan di dalam buku ini adalah Kota Medan, which is adalah kotaku. Ini adalah pertama kalinya aku membaca buku dengan setting kotaku, dan ternyata emosionalnya beda. Karena tempat-tempatnya yang aku kenal.

Sama seperti menunggu keberangkatan pesawat. Tiket sudah di tangan, tapi kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi. Pesawat bisa berangkat besok, terlambat satu jam, dua jam, atau mungkin berangkat keesokan harinya karena buruknya cuaca.

tiaraorlanda ♣

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s