Book Review : Sepotong Hati yang Baru oleh Tere Liye

Started : 16 Juni 2015 – Finished : 17 Juni 2015
sepotong hati.indd

RATING : ★★★☆☆

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2012
Harga :
Jumlah halaman : 204 halaman
ISBN : 978 – 602 – 947 – 404 – 6

Review :
Sebenarnya buku ini sudah lama menggoda untuk dibaca karena judulnya. Ya karena aku juga membutuhkan sepotong hati yang baru. Abis yang lama udah rusak. Iya. Lupakan. Akhirnya kemarin berhasil membaca dan menyelesaikan buku ini setelah menemukan e-book nya. And FYI, ini e-book pertama yang aku baca, sekaligus buku Tere Liye pertama yang aku baca.

Cover :
Aku suka dengan kover buku ini. Warnanya manis sekali. Cocok dengan judul bukunya, “Sepotong Hati yang Baru”. Dan juga gambar hati yang diperban itu juga aku suka banget cocok sama judulnya.

About this book :
Aku pikir buku-buku Tere Liye adalah buku-buku ‘berat’ dan bakal bikin aku mentok baca buku ini, mengingat kapasitas otakku sangat terbatas jadi suka gampang bosan. Aku senang karena buku ini adalah kumcer (kumpulan cerpen) jadi aku bisa estafet bacanya per cerpen gitu tanpa harus ilang fokus sama ceritanya. Apalagi ini pertama kalinya aku baca e-book juga.

Isi :
Berhubung cerpen di buku ini cuma sedikit cuma ada 8 cerpen jadi masih memungkinkan untuk di review satu-satu, aku review ya.

  • Hiks, Kupikir Itu Sungguhan : aku kurang suka sama cerpen ini, terlalu ‘remaja labil’ dan terlalu ringan. Sehingga sangat mudah ditebak.
  • Kisah Cinta Sie Gie : Sie, tokoh di dalam cerpen ini bikin aku greget parah, kenapa dia mau aja ya sama Wong Lan padahal udah dijahatin segitunya. Bukan cerita favoritku.
  • Percayakah Kau Padaku : cerpen ini salah satu favorit ku. Jadi prasangka buruk itu terkadang bisa mengacaukan banyak hal. Bahkan terkadang kita tidak perlu terlalu mendengar kata-kata orang lain, apalagi kalo bertentangan dengan hati kecil sendiri.
  • Buat Apa Disesali : kalo disuruh menyebutkan satu kata tentang cerpen ini, aku bakal bilang ‘NGENES’ sih. Gila, takdir terkadang mudah sekali mempermainkan hidup kita. Apalagi pas kalimat, ‘sekarang umur saya lewat 50 tahun. 20 tahun lagi hidup dengan mengenang masa lalu itu saja sudah cuku mengenangkan, bukan?
  • Itje Noerbaja & Kang Djalil : ini cerpen yang bikin aku susah bacanya. Asli ! Soalnya menggunakan ejaan-ejaan dulu yang kayak “doeloe, koeda” dsb”. Aku juga terkadang mengulang membaca beberapa kata biar paham.
  • Kalau Semua Manusia Jelek : ini cerita yang bikin aku berandai-andai gimana ya kalo seandainya beneran kecantikan bisa dibayar dengan kerja keras ?
  • Mimpi-mimpi Sampek-Engtay : nama tokohnya unik dan ceritanya juga bisa dibilang sedih di ending-nya. Khususnya di bagian Sampek akhirnya gak sengaja ketemu Engtay di istana dan dia mengaku tidak mengenal Engtay. Tapi secara keseluruhan aku kurang suka sama cerpen ini, aku kurang ngerti aja sama kemunculan naga-naga yang da di cerita ini.
  • Sepotong Hati yang Baru : mengingat judul cerpen ini adalah judul bukunya juga, aku bisa menduga kalo cerpen ini adalah pamungkas. Dan benar. Cerpen ini yang paling aku sukai. Menceritakan tentang tokoh ‘aku’ dan Alysa yang sempat memutuskan akan menikah, tapi akhirnya batal dan Alysa memilih orang lain. Tetapi saat akhirnya Alysa kembali kepada si tokoh ‘aku’ ini, dia menolaknya dengan berpura-pura udah menikah. Aku suka sekali dengan quote berikut di cerpen ini

Cinta bukan sekedar soal memaafkan, bukan cuma soal menerima apa adanya. Cinta adalah harga diri (hal 162)

Kesimpulan :
Aku memberikan rating 3/5 karena secara keseluruhan hanya sedikit cerita yang jadi favoritku. Meskipun begitu, jujur aja buku termasuk menyenangkan untuk dibaca. Mungkin setelah ini aku bakal nyoba untuk baca buku Tere Liye yang lainnya.

 ♣ tiaraorlanda

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s