Opini Bareng 2015 : Setting Dalam Buku

Banner_OpiniBareng2015-300x187

First haloha di Opini Bareng 2015 !
Ini pertama kalinya aku ikutan event Opini Bareng 2015 yang diadakan setiap bulannya oleh BBI dan tema untuk bulan ini adalah Setting Dalam Buku.

Bisa dibilang aku adalah pembaca yang sangat terpengaruh oleh setting dalam sebuah buku. Aku jauh lebih menyukai setting tempat di Indonesia dibandingkan di luar negeri. Aku merasa tempat di Indonesia itu lebih mudah aku bayangkan dibanding di luar Indonesia. Inilah salah satu penyebab aku kurang menyukai novel-novel terjemahan.

Aku mengatakan aku sangat terpengaruh oleh Setting Dalam Buku adalah karena aku bisa menyukai sebuah buku atau cerita dalam buku itu, karena buku itu menggunakan setting tempat yang belum pernah aku datangi, jarang digunakan dalam buku lain, atau malah baru aku tau saat membaca buku tersebut.

Contoh novel yang aku sukai karena setting tempat yang digunakan adalah :

13480174            13506159          17212424           18810744

1. Flavor of Love by Al Dhimas
Buku ini menggunakan setting tempat di Medan. Yaitu kotaku sendiri. Belakangan aku baru tau kalo penulis buku ini pun memang tinggal di Medan. Budaya Medan memang tidak terlalu dibahas dibuku ini, hanya didominasi tempat-tempat hangout di Medan. Tapi tetap saja, karena Medan jarang digunakan sebagai setting tempat aku jadi terkesan dengan buku ini.

2. Now and Then by Ann Arnellis
Buku ini menggunakan setting tempat di Semarang. Saat membaca buku ini, aku sudah sering mendengar tentang Semarang tapi baru pertama kali membaca novel dengan setting kota ini. Aku sangat suka pembahasan Lawang Sewu di dalam Now and Then ini, dimana Lawang Sewu menjadi ikon dari kota Semarang.

3. Rahasia Sunyi by Brahmanto Anindito
Buku ini menggunakan setting tempat di kota Padang. Pembahasan Padang di dalam buku ini detail sekali. Baik budayanya, bahasanya, tempat, dsb. Inilah yang menjadikan buku ini memiliki genre Culture Thriller.

4. Rhapsody by Mahir Pradana
Buku ini menggunakan setting kota Makassar. Bukan pertama kalinya membaca Makassar sebagai setting dalam buku, tapi aku tetap suka dengan pembahasan Makassar di dalam Rhapsody ini. Penulis dapat membuat aku ‘akrab’ dengan Makassar padahal belum pernah mendatangi kota tersebut.

Menurutku, Setting Dalam Buku sangatlah penting. Karena sangat mempengaruhi perasaan pembaca terhadap isi buku tersebut. Penulis harus mampu menggambarkan setting tempat dengan baik. Tidak bertele-tele ngalur ngidul, tapi juga tidak kurang informasi. Karena apabila digambarkan dengan tepat, pembaca akan lebih mudah memasuki isi cerita sekaligus perasaan tokoh-tokoh di dalam bukunya. Singkat kata, tempat juga merupakan nyawa suatu buku.

Inilah opiniku tentang Setting Dalam Buku. Bagaimana opinimu ?

tiaraorlanda ♣

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s