Book Review : Harmoni oleh Wulan Dewatra & Ollie

14290348

RATING : ★★★★★

Penerbit : GagasMedia
Tahun terbit : 2012
Harga : Rp 49.000
Jumlah halaman : 276 halaman
ISBN : 979 – 780 – 559 – X

Gagasduet ini ditulis oleh Wulan Dewatra & Ollie. Sebelumnya aku sudah pernah membaca buku mereka berdua. Wulan Dewatra dalam bukunya yang berjudul Hujan dan Teduh, dan Ollie dengan bukunya yang berjudul After the Honeymoon. Sayangnya saat membaca Hujan dan Teduh aku kurang berkesan, sehingga Harmoni ini sangat ingin kubaca. Aku ingin tau bagaimana karya Wulan Dewatra kali ini.

First Sight :
Lagi dan lagi, kover terbitan Gagasmedia selalu bikin jatuh cinta. Aku suka warnanya juga gambarnya. Tagline buku ini adalah “kadang, cinta yang tak terucap itu, akan lebih jelas terdengar”. Harmoni terdiri dari 2 cerita yang berbeda tetapi masih dalam 1 tema yang sama. Yaitu cinta yang tak terucap.


Stories :

  • Coelho & Us : cerita ini dituliskan oleh Ollie. untuk kalian yang menduga bahwa kata Coelho di judulnya diambil dari nama Paulo Coelho, kalian benar. Jadi cerita ini mengisahkan tentang Ryan yang sedang proses melupakan mantan kekasihnya, dan Lili ternyata juga sama. Mereka bertemu di suatu tempat, dan akhirnya berkenalan. Lili yang suka membaca, menyarankan Ryan (yang tidak suka membaca) untuk membaca sebuah buku Paulo Coelho berjudul The Alchemist, karena menurutnya buku ini banyak memberikan inspirasi untuk kehidupan. Cerita ini sangat manis, sempat deg-deg an saat Lili kembali bertemu dengan Javier. Dan aku suka sekali dengan kutipan-kutipan dari The Alchemist yang ada di buku ini. Bikin aku pengen baca bukunya Paulo Coelho yang terkenal itu.
  • Sang Angkuli : dituliskan oleh Wulan Dewatra. Jujur saja, cerita ini jauh melebihi ekspektasiku. Sempat kurang terkesan denga karya Wulan Dewatra sebelumnya, kali ini Sang Angkuli membayarnya lunas. Sang Angkuli menceritakan tentang Andien dan Gara. Andien dan Gara pacaran, tetapi Gara sering ‘bermain’ dengan wanita lain, dan Andien tau, tapi Andien diam saja. Andien tetap bersikap biasa saja, tetap peduli, dsb. Aku suka dengan tokoh Andien ini karena dia tidak dibuat mengemis-ngemis cinta kepada Gara walaupun dia sangat mencintai Gara. Dia tetap peduli pada Gara, tapi dengan cara yang tidak menye-menye. Aku suka di awal cerita, pembaca dibuat ‘mikir’, “ini siapa sih, dia kenapa, kok dia gitu, dll”. Dan akhir cerita, akhirnya pembaca diberitahu, sehingga ceritanya jadi jelas.

I Hate From “Bittersweet Love” :
Sejujurnya hal yang tidak aku senangi di buku ini hanyalah typo di beberapa kata


Quotes :

Expect everything , and the unexpected  never happens (Hal 25)

Buku mungkin tidak berdaya, tapi kata-kata di dalamnya bisa masuk dan menyentuh dirimu sedemikian rupa hingga mungkin kehadirannya lebih baik dari makhluk bernyawa sekalipun (Hal 47)

Kita mensyukuri nikmat hidup. Itu yang membuat kita bahagia (Hal 67)

Life is the art of managing distractions. Untuk kedepannya, kita lihat apa yang akan terjadi (Hal 89)

tiaraorlanda ♣

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s