Book Review : Menuju(h) oleh Aan Syafrani, Iru Irawan, Mahir Pradana, Maradilla Syachridar, Sundea, Theoresia Rumthe, Valiant Budi

16078317

RATING : ★★★★☆

Penerbit : GagasMedia
Tahun terbit : 2012
Harga : Rp 49.000
Jumlah halaman : 250 halaman
ISBN : 979 – 780 – 591 – 3

Ditulis oleh 7 penulis yang menceritakan tentang masing-masing harinya. 7 hari dalam seminggu : Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu akan diceritakan dengan masing-masing gaya 7 penulis di dalamnya.


First Sight :
Sewaktu buku ini pertama kali ditampilkan sebagai jejeran Coming Soon baik oleh Gagasmedia ataupun penulisnya aku sudah langsung memasukkan buku ini ke dalam book-wishlist ku. Alasan utamanya adalah karena ada 2 penulis favoritku disana, yaitu Valiant Budi dan Mahir Pradana.

Kovernya juga aku suka. Dari warna, gambar dan layout-nya. Tagline buku ini juga menarik, aku suka semaksimal-maksimalnya. Hari punya sistem pergantian yang teratur sehingga ia tak pernah merasa sesak karena ditinggalkan.


Stories :
Buku ini ditulis oleh 7 orang, masing-masing hari dan masing-masing cerita dipisahkan menjadi 2 bagian tapi berhubungan. Misalnya dari sudut pandang yang berbeda, atau waktu berbeda. Untuk menghemat dan mencegah terjadinya spoiler, ceritanya aku pisahkan menurut nama penulisnya saja ya.

  • Aan Syafrani : bercerita tentang hari Senin. Seninku Selingkuh dan Seninmu kuselingi, bercerita tentang Satria yang adalah seorang womanizer. Dia ceritanya suka main-main sama cewek lain gitu padahal dia udah punya pacar namanya  Fala. Cerita ini ringan, ada ironi bercampur komedi gitu menurutku.
  • Theoresia Rumthe : bercerita tentang hari Selasa. Judul cerpennya adalah Hari Ketika Hujan Mati dan Sebelum Hari Ketika Hujan Mati. Bercerita tentang gadis bernama Rainra yang sangat menyukai hujan. Bahkan dia jatuh cinta kepada hujan.
  • Iru Irawan : menceritakan hari Rabu dalam cerpennya yang berjudul Haru Biru Kelabu dan Baru Hari Rabu. Menceritakan tentang si Aku yang adalah seorang perempuan, Hakim dan Galih. Dan ternyata ada sesuatu rahasia diantara mereka bertiga yang tidak diketahui oleh si Aku.
  • Valiant Budi : bercerita tentang hari Kamis dalam cerita Puk-Puk dan Kup-Kup. Tokoh dalam cerita ini adalah 2 orang penipu dan korban-korbannya. Ide ceritanya mungkin menurutmu biasa saja, tapi pengemasannya cerita ini bikin beda.
  • Mahir Pradana : menceritakan tentang Jumat dalam cerpennya yang berjudul Follow Friday dan Moonliner. Tentang kehidupan pekerjaan Safir di jurnalis, dan Regina yang ia temui di Swiss. Cerita ini menurutku cukup manis walaupun ada beberapa gombalan cheesy di dalamnya.
  • Sundea : menceritakan Sabtu-nya dalam cerita berjudul Kemana Sabtu Pergi ? dan Kesana Sabtu Pergi. Sundea bercerita tentang perjalanan si hari Sabtu yang sedang bosan menjadi hari, dan ia mencoba menyamar dan melewati hari-hari bukan sebagai hari.
  • Maradilla Syachridar : tentang hari Minggu dalam 2 cerita berjudul Solo Stranger dan Solo Stalker. Menceritakan tentang Aimee dan Wega yang berkenalan di media sosial. Hari itu Aimee memutuskan untuk pergi ke Solo untuk bela-belain menjadi stalker-nya Wega.

Apa saja yang terjadi di hari-hari itu ? Temukan perjalanan hari-hari selama seminggu ini, dalam Menuju(h) !


I Love From “Menuju(h)” :
Biasanya dalam kumpulan cerpen seperti ini aku hanya menyukai beberapa cerita di dalamnya. Tapi dalam buku ini tidak. Aku menyukai hampir seluruhnya. Aku suka illustrasi di setiap permulaan cerita baru, bagus sekali. Aku juga suka dengan konsep buku ini yang menceritakan hari-hari dengan gaya bahasa penulis yang berbeda-beda tanpa terpengaruh satu sama lain. Aku suka dengan part cerita Theoresia Rumthe, karena dalam cerpennya, ada bercerita tentang penderita Schizophrenia, (yang setelah aku googling) dimana penderitanya seperti memiliki kepribadian ganda. Aku juga suka dengan cerita Valiant Budi yang sebenarnya ide ceritanya biasa plus gak jauh-jauh dari kehidupan sehari-hari (tentang penipuan) tapi jarang tersentuh penulis lain yang dikemas dengan apik dan alur yang menarik ditambah judul cerpennya yang earcatching. Demikian juga dengan cerita dari Maradilla Syachridar yang ceritanya ringan, klise tapi menarik.


I Hate From “Menuju(h) :
Yang tidak aku senangi dalam buku ini adalah ada beberapa cerita yang tidak memuat nama hari di judulnya, aku rasa akan lebih menarik lagi apabila tiap cerpen memuat nama hari, seperti milik Aan Syafrani : Seninku Selingkuh, dsb. Cerita milik Iru Irawan menurutku kurang jelas, karena pada cerpen pertama tidak ada diberitahu nama tokohnya, sehingga rancu sekali rasanya cerita-ceritanya. Pembaca hanya bisa mengambil kesimpulan sendiri-sendiri. Menarik memang, tapi lebih baik apabila ada sepenggal nama tokoh atau clue tentang cerita pertama itu.


Quotes :

Seburuk apapun peristiwa yang kamu alami hari ini, yakinlah hari esok akan lebih baik (Hal 81)

Mereka yang kalah adalah mereka yang tak kenal rasa. Aku kalah telak, aku menang kelak (Hal 83)

tiaraorlanda ♣

Advertisements

4 thoughts on “Book Review : Menuju(h) oleh Aan Syafrani, Iru Irawan, Mahir Pradana, Maradilla Syachridar, Sundea, Theoresia Rumthe, Valiant Budi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s