Book Review : Koala Kumal oleh Raditya Dika

Started : 26 Juli 2015 – Finished : 28 Juli 2015

23645640

RATING : ★★★★★

Penerbit : GagasMedia
Tahun Terbit : 2014
Harga : – (hadiah dari GagasMedia dalam lomba hari Buku Nasional)
Jumlah Halaman : 250 halaman
ISBN : 979 – 780 – 769 – X

Buku ini aku dapatkan secara gratis dari penerbit GagasMedia sebagai hadiah lomba Hari Buku Nasional (YEAAAHS!!). Aku memiliki ekspektasi tinggi terhadap buku ini karena 2 buku sebelumnya (Marmut Merah Jambu dan Manusia Setengah Salmon) menurutku menyenangkan untuk dibaca.


First Sight :
Seperti sebelumnya, buku-buku Raditya Dika selalu memiliki judul yang unik dan mengundang tanda tanya tentang apa isinya. Dengan kata lain selalu earcatching. Warna kover buku ini juga menarik. Layout-nya juga bagus.


Stories :
Isi di buku ini dibagi menjadi 12 bagian bab. Cerita berbeda dengan 1 tema tertentu yaitu patah hati. Setiap bab membahas patah hati dari sisi yang berbeda-beda dan dengan obyek yang berbeda pula. Patah hati dalam hubungan, juga dalam persahabatan.

Part favoritku dari buku ini adalah Perempuan Tanpa Nama, Menciptakan Miko, Patah Hati Terhebat, Aku Ketemu Orang Lain, dan Koala Kumal. Nothing personal (well okay, it’s personal).

  • Perempuan Tanpa Nama menceritakan tentang penulis yang beberapa kali bertemu Orang Tanpa Nama dan di bab ini dia menceritakan 3 orang diantaranya yang berkesan.
  • Menciptakan Miko menceritakan tentang proses penulis dalam membuat film seri Malam Minggu Miko yang awalnya di-upload di Youtube.
  • Patah Hati Terhebat menceritakan tentang teman penulis yang mengalami patah hati yang menurutnya paling hebat, yaitu saat orang yang dia sayangi meninggal.
  • Aku Ketemu Orang Lain menceritakan tentang penulis yang menjalani LDR tapi akhirnya putus karena ceweknya menemukan oranglain selagi dia pergi. (LDR oh LDR)
  • Koala Kumal adalah bab terakhir yang menceritakan alasan buku ini diberikan judul Koala Kumal. Penulis pernah melihat satu foto di Huffington Post. Jadi ada seekor koala yang tinggal di New South Wales, Australia. Dia pergi bermigrasi dan saat kembali hutan tempatnya telah ditebang. Koala itu bingung kenapa tempat tinggalnya tidak seperti dulu tapi ia hanya bisa diam tak berbuat apapun. Seorang mengambil fotonya, dan jadilah gambar seekor koala kumal memandangi sesuatu yang dulu sangat diakrabinya sekarang tak lagi dia kenali.

Dengan itulah penulis mengambil Koala Kumal sebagai judul buku ini, karena ia tak ingin seperti Koala Kumal yang menyadari tempatnya telah berubah tapi tak bisa berbuat apa-apa.


I Love From “Koala Kumal” :
ANYTHING ! Aku suka semuanya dari buku ini. Sangat terasa sekali perubahan tulisan Raditya Dika dibanding 2 buku sebelumnya. Semakin lama bukunya semakin ‘serius’ tapi tidak kehilangan sisi humornya. Koala Kumal ini isinya lebih tertata, lebih jelas dan semuanya sesuai dengan tema.

Aku suka dengan adanya ilustrasi di setiap bab walaupun hanya sedikit tapi membantu pembaca mendapatkan visualisasi dari bagian bab tersebut.

Aku suka dengan bookmark-nya yang berbentuk koala. Ah, cute sekali !


I Hate From “Koala Kumal” :
TIDAK ADA.


Quotes :
Bukan mencari orang yang lebih baru, tetapi untuk memperjuangkan yang nyaman (Hal 68)

Sesuatu yang tidak berhasil, tidak baik dipaksakan (Hal 79)

Kayak jodoh : kadang di tempat terbaik sekalipun bisa tidak ketemu (Hal 105)

Kalau gak patah hati, gak belajar (Hal 235)

“Tau apa istilah untuk orang yang sudah pernah merasakan patah hati ? Dewasa.” (Hal 247)

tiaraorlanda ♣

Advertisements

5 thoughts on “Book Review : Koala Kumal oleh Raditya Dika

  1. Jadi ini ya hadiah dari Gagas Media.. Hehehe
    Walaupun punya buku koleksi buku Bang Radit aku baru sempat baca yang Kambing Jantan, Cinta Bronthosaurus, Radikus Makankakus, Manusia Setengah Salmon, dan Koala Kumal. Dari ke-empatnya memang Koala Kumal yang paling rapi tulisannya. Aku baru baca sebagian dari bab pertama di buku Marmut Merah Jambu. Tapi kayaknya juga rapi si seperti Koala Kumal. Hehe

    Like

  2. Kenapa bisa gratis ka tier? ada acara apa emang? huhu pengennnn…
    Aku udah baca novel raditya dika yang lainnya dan kocak banget semuanya, pengen banget baca koala kumal ini. Baca ulasan ka tier jadi makin pengennnnn

    Like

  3. Wah sama banget kak,aku juga suka banget koala kumal. bang Radit tuh bikin humor tapi bikin mikir, gak kosong gitu loh kak humornya. Semakin kesini buku nya juga makin bagus.
    Aku suka banget part Patah Hati Terhebat, sampe bikin aku nangis.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s