Book Review : The Alchemist oleh Paulo Coelho

Started : 10 Agustus 2015 – Finished : 12 Agustus 2015

1498842

RATING : ★★★★☆

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 1988
Harga : – (Book Swap sama Deta)
Jumlah Halaman : 216 halaman
ISBN : 978 – 979 – 22 – 1664 – 6

Yeahs ! Finally aku berhasil dapetin buku ini dari Deta pas kami tukaran buku. Aku udah pengen baca buku ini sejak baca buku Harmoni terbitan GagasMedia (baca reviewnya disini). Buku ini digadang-gadang sebagai buku mega-best-seller. Belum lagi cuplikan-cuplikannya di buku Harmoni membuat aku semakin penasaran dengan The Alchemist ini. Sebelumnya aku sudah pernah baca tulisan Paulo Coelho, sehingga aku cukup bisa menduga bagaimana gaya menulis Paulo Coelho.


First Sight :
Dari segi kover sejujurnya aku kurang tertarik. Perpaduan warnanya kurang jelas. Terlihat bercampur-campur saja. Aku lebih suka kover dengan warna-warna kalem dan tidak dengan warna yang bermacam-macam. Gambar di kover ini pun tidak jelas. Kesimpulannya, menurutku kover edisi ini kurang ‘menjual’.


Stories :
Buku ini bercerita tentang seorang anak pengembala domba bernama Santiago. Dia telah berkelana kesana kemari, melihat banyak tempat, banyak budaya, dsb. Hari itu saat tertidur, Santiago mendapatkan sebuah mimpi (yang sebenarnya sudah pernah dimimpikannya sebelumnya). Di dalam mimpinya, dia berkelana ke piramid dan akhirnya menemukan harta karun disana. Karena telah memimpikan hal yang sama dua kali, akhirnya Santiago memutuskan mendatangi peramal untuk menerjemahkan mimpinya tersebut.Sang peramal tersebut berkata bahwa Santiago harus pergi mencari piramid tersebut karena dia akan menemukan harta karun disana.

Maka dimulailah perjalanan Santiago berkelana. Dia menjual domba-dombanya sebagai modal untuk perjalanannya. Perjalanan Santiago tidaklah mudah, dijalan dia mendapat cobaan sekaligus banyak pelajaran dari setiap tempat dan orang yang dia temui.

Dia sempat ditipu oleh ‘teman seperjalannya’ dan uangnya diambil. Tapi lalu dia mendapat salah satu pelajaran berharga saat bertemu dengan penjual kristal.

Akankah Santiago berhasil menemukan harta karun itu ? Baca perjalanannya di The Alchemist !


I Love From “The Alchemist” :
Aku suka dengan pelajaran yang aku dapat dari buku ini. Bisa dibilang buku ini semacam buku self-help yang banyak menebar kalimat motivasi di dalamnya.


I Hate From “The Alchemist” :
Aku kurang mengerti dengan ending dari cerita ini. Aku kurang mengerti tentang harta karun yang dimaksud itu. Masih mengganjal jadinya :p


Quotes :

Kita harus siap menghadapi perubahan (hal 13)

Yang membuat hidup ini menarik adalah kemungkinan untuk mewujudkan impian menjadi kenyataan (hal 17)

Kau dibiarkan mencicipi sukses, untuk menambah semangatmu (hal 39)

Kalau kau menaruh perhatian pada saat sekarang, kau bisa memperbaikinya. Dan kalau kau memperbaiki saat sekarang ini, apa yang akan datang juga akan lebih baik (hal 133)

tiaraorlanda ♣

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s