Book Review : Almost is Never Enough oleh Sefryana Khairil

Started : 22 Agustus 2015 – Finished : 25 Agustus 2015

cover luar

RATING : ★★★☆☆

Penerbit : GagasMedia
Tahun Terbit : 2015
Harga : Rp 44.000 (www.bukubukularis.com)
Jumlah halaman : 338 halaman
ISBN : 978 – 780 – 814 – 9

Sefryana Khairil adalah salah satu penulis favoritku sejak aku membaca karyanya Dongeng Semusim di tahun 2010. Ciri khas romance ala Sefryana membuat aku mudah jatuh cinta dengan buku-bukunya. Almost is Never Enough ini adalah buku pertama dari Sefryana Khairil yang aku punya ttd-nya *yippie* ! Buku ini aku preorder di toko buku online bukubukularis.com (akan ku-review segera).


First Sight :
Seperti biasanya buku-buku terbitan GagasMedia selalu berhasil menarik hati pembaca dengan kover-kovernya yang adorable. Demikian halnya dengan Almost is Never Enough ini. Aku suka dengan warna hijau mint yang ditampilkan buku ini. Gambar kovernya ssimple. Ada gambar sepatu rajutan untuk bayi disana. Membuat pembaca sudah dapat sedikit menebak apa poin utama isi buku ini. Penempatan judulnya serta nama penulis juga sangat tepat, sehingga tidak kehilangan ‘perhatian’ pembaca.


Stories :
Buku ini bercerita tentang Maura, Al dan Ella. Maura dan Al adalah sepasang suami istri. Mereka saling mencintai, sayangnya Maura kurang beruntung karena tidak bisa memiliki anak. Ella yang merupakan sahabat Maura akhirnya dipercaya oleh pasangan ini untuk ‘dipinjam’ rahimnya.

Ditengah masa kehamilan anak Maura dan Al, Maura mengalami kecelakaan dan meninggal dunia. Al akhirnya memutuskan membawa Ella dan Zoey (anak Ella dari mantan suaminya, Scott) ke Seattle, dengan alasan agar ia dapat lebih memperhatikan kondisi Ella yang tengah mengandung anaknya.

Apakah yang akan terjadi selanjutnya dengan Ella, Al, Zoey dan janin yang dikandung Ella ? Temukan kisahnya di Almost is Never Enough !


I Love From “Almost is Never Enough” :
Aku suka dengan cerita yang melibatkan keluarga di dalamnya. Apalagi melibatkan tokoh anak, seperti dalam buku ini. Aku suka dengan cara Sefryana menggambarkan karakternya, sehingga aku bisa merasakan hangatnya keluarga kecil ala Ella, Al, Zoey dan Toby.


I Hate From “Almost is Never Enough” :
Aku menemukan beberapa typo di dalam buku ini. Seperti pengulangan kata-kata ‘memijat pangkal hidung untuk meredakan pening’. Juga dalam surat dari Al yang ditujukan untuk Ella (hal 309) paragraf teratas seharusnya adalah reaksi Ella, tapi disana kata-katanya tercetak dengan bold dan italic sehingga terkesan seperti bagian dari isi surat juga. Buku ini berbeda dengan buku Sefryana sebelumnya yang biasanya membahas satu profesi pekerjaan tertentu, tapi di buku ini tidak.


Quotes :

Everything takes time (hal 69)

Karena hati terkadang abu-abu (hal 147)

Ada yang bilang, jangan terlalu banyak berpikir atau akhirnya kau akan sadar sudah tertinggal jauh (hal 263)

Truth hurts, but lies are worse (hal 265)

Apa yang terjejak dalam jarak ? Rindu (hal 286)

If it has to end, let it end (hal 306)

tiaraorlanda ♣

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s