BOOKISH TAG : Kenapa Bukunya Dijual ?

ABM_1453944990

Hai !
Jadi salahkan saja si tier ini yang sok-sokan bikin book talks yang aku namakan Bookish Tag tapi kenyataannya sampe detik ini aku baru posting sekali *hela nafas*. Kali ini, aku bikin postingan tentang KENAPA BUKUNYA DIJUAL ?

Latar belakang aku nulis postingan ini adalah karena pas aku beberapa kali jualin buku koleksi pribadiku, ada beberapa orang yang bilang ke aku : “katanya suka baca, kok bukunya dijual ? butuh uang banget ya ?” atau “ah berarti ga sayang dong sama bukunya, kalo aku sih gak bakal dijual deh aku jual, koleksi soalnya.”

Menurutku menjual koleksi buku itu sah-sah aja sih, bukan berarti kalo suka baca, terus gak boleh jual buku kan ? Ini adalah beberapa contoh alasan yang membuat aku secara pribadi sebagaian buku-buku yang aku punya :


  • Kurang Suka Bukunya

Aku termasuk orang yang lumayan senang ‘mencoba-coba’ buku. Aku kadang beli buku pure karena benar-benar tertarik dengan sinopsisnya, rate-nya, atau kovernya. Gak jarang penulisnya bahkan aku gak tau sebelumnya. Saat nyoba-nyoba begini, ada 2 kemungkinan : either you will love it or not, right ? Daripada gak suka terus gak dibaca, atau kurang suka sama bukunya kan mending dijual sama yang pengen banget baca. Mungkin dia bakalan suka ? Kita gak akan pernah tau.


  • Kelamaan Gak Dibaca

Percaya atau enggak, aku sering sekali membeli buku tapi abis itu gak dibaca sama sekali. Jadi awalnya aku tertarik sama sinopsisnya, aku tau itu buku bukan ‘tipe’ bacaanku tapi aku tetap beli karena penasaran. Pas baca buku ini, aku stuck dan bosen padahal baru halaman-halaman awal. Ujung-ujungnya bukunya cuma mendem di rak dan ga dibaca lagi. Contohnya kedua buku ini, Cinta Mati by Armaya Junior (baca review-nya di sini) yang aku beli tahun 2010 tapi baru aku baca di 2015. Atau Dance for Two by Tyas Effendi (baca review-nya di sini) yang aku beli tahun 2013 tapi juga baru dibaca di 2015.


  • Bukunya udah bukan ‘era’ ku lagi

Berhubung aku udah mulai ngumpulin buku sejak 2004, banyak banget buku-buku yang waktu itu keren, sekarang jadi terkesan biasa aja. Ya iya, waktu itu kan aku bacanya pas masih SMP. Cewek-cewek nge-gank di sekolah, pake gelang samaan, dsb itu tuh keren banget berasanya. Kalo sekarang sih, enggak deh ya makasih haha


  • Gak ada tempat  lagi di rak 😦

Rak dirumahku sangat terbatas, dan aku sangat tidak suka meletakkan bukuku selain di rak buku. Karena pasti akan terlihat super berantakan. Sementara buku-buku lama yang beberapa gak pernah dibaca memenuhi rak, mending space-nya buat calon buku-buku baru hehe


  • Karena mau pindahan

Aku udah pernah ngerasain pertama kali pas aku pindah rumah, itu ribet b a n g et. Padahal waktu itu masih bawa pindah 50+an buku. Ribetnya berasa. Apalagi sepertinya dalam waktu dekat ini aku ada rencana pindah keluar kota. Huhu mau gak mau aku harus bisa memisahkan buku yang memang aku suka sama yang enggak.


Ini adalah beberapa alasan aku menjual sebagian buku-bukuku. Yang namanya koleksi tentu aja sayang rasanya kalo dijual, tapi ya daripada gak ada tempatnya, atau gak dibaca, menurutku lebih sayang lagi. Bagaimana denganmu ? I know, yang namanya melepaskan yang kita sayang itu memang sulit ya. *CLOSING MACAM APA INI !*

tiaraorlanda ♣

Advertisements

4 thoughts on “BOOKISH TAG : Kenapa Bukunya Dijual ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s