Book Review : The Not So Amazing Life of @aMrazing oleh Alexander Thian

Started : 22 September 2015 – Finished : 22 September 2015

15836357

RATING : ★★★★☆

Penerbit : GagasMedia
Tahun Terbit : 2012
Harga : – (dari GagasMedia sebagai hadiah #KadoUntukBlogger)
Jumlah halaman : 220 halaman
ISBN : 979 – 780 – 586 – 7

Terima kasih GagasMedia sudah memberikan buku ini sebagai salah satu hadiah #KadoUntukBlogger dalam rangka ulangtahun GagasMedia ke-12 tahun. Ini pertama kalinya saya membaca buku Alexander Thian, padahal udah pernah sekali ketemu orangnya dan foto bareng pas talkshow, tapi baru tahun ini baca bukunya.


First Sight :
Warna buku ini eye-cathing ya, jadi menarik orang lain buat ‘noleh’ kalo lagi di toko buku. Demikian juga dengan judul buku yang dibuat berwarna-warni menarik perhatian juga. Judul buku yang termasuk panjang menjadikan pembaca sering menyingkat judul buku ini dengan #TNSALOA.


Stories :
Buku #TNSALOA ini berisikan 14 cerpen tentang pengalaman Alex dalam menghadapi pelanggan-pelanggannya selama menjaga konter hp di salah satu mall. Untuk mempersingkat waktu, aku ambil beberapa cerpen yang jadi favoritku aja ya hehe

  • Fesbuk, oh Fesbuk…

Menceritakan tentang seorang bapak berpenampilan lusuh, yang datang ke konter hp Alex dengan membawa hp jaman batu. Dia menanyakan gimana caranya biar dia bisa main Fesbuk sementara hpnya tidak mendukung internet. Awalnya Alex memandang sebelah mata saat bapak ini mengatakan akan membeli hp model terbaru, yang bisa internetan, karena dia menganggap bapak ini gak punya uang. Ternyata dia salah, karena kenyataannya bapak tersebut memang jadi membeli hp mahal dari konter Alex. Ya, kita memang tidak boleh menilai orang dari penampilan luarnya. Pepatah lama, don’t judge book by it’s cover.

  • Dummy Seharga Dua Juta

Menceritakan tentang seorang supir taksi, Pak Sony yang tertipu saat membeli sebuah hp. Dia membayar hp Rp 2.000.000 untuk sebuah hp dummy (hp yang digunakan untuk display di konter-konter hp). Ironisnya hp itu tadinya akan dia berikan untuk anaknya Rama yang menderita autisme, sebagai hadiah ulang tahun. Aku suka cerita ini karena mengajarkan aku banyak hal, terutama bersyukur biar bahagia itu sangat penting.

  • Nggak Canggih, Nggak Gaya ? Nggak Gaul !

Menceritakan tentang seorang anak kelas 6 SD yang histeris di mall, tepatnya di dekat konter hp Alex, maksa ibunya buat beliin dia hp terbaru, karena ibunya udah janji. Sementara ibunya menolak, karena uangnya tidak cukup. Akhirnya menyerah dengan tangisan anaknya, si ibu memutuskan menjual hpnya untuk menambah uangnya membeli hp si anak kecil tadi. Sayang sekali, sekarang ini banyak sekali anak-anak seperti ini yang memaksakan kehendaknya pada orangtua. Padahal kemampuan orangtuanya terbatas 😦

  • Don’t Judge The Heart By The Look

Menceritakan tentang Mas Bambang yang seorang loper koran tapi memiliki selera musik yang bagus, pengetahuan yang baik dan juga dia tidak pernah menawar atau meminta diskon kepada Alex. Saat Alex memutuskan untuk berhenti menjaga konter dan beralih jadi penulis, Mas Bambang datang memberikan semacam hadiah perpisahan. Berupa buku Dunia Sophie, yang dulu pernah dicari-cari Alex tapi gak nemu-nemu.


What I Love From “The Not So Amazing Life of @aMrazing” :
Aku suka beberapa cerpen yang meninggalkan ‘bekas’ di kepalaku, contohnya ketiga cerpen yang aku bahas di atas. Pelajarannya penting sekali. Aku suka dengan tagline buku ini : meributkan yang tak penting , menyepelekan yang penting. Terus suka sama layout daftar isinya yang dibuat kayak hp gitu, sesuai sama garis besar buku ini yang semuanya dialami Alex yang waktu itu penjaga konter hp di mall.


What I Hate From “The Not So Amazing Life of @aMrazing” :
Ada beberapa cerpen yang terlalu absurd sampai aku gak percaya itu beneran gak sih ? Ya mengingat ini adalah buku nonfiksi, sudah tentu semuanya benar terjadi ya haha -_- Hm, aku kurang suka sama kover buku ini. Walaupun eye-catching tapi terlalu ‘silau’ menurutku hehe.


Quotes :

Terkadang manusia memang hanya memandang penampilan luar. Menghakimi bahwa sebuah buku pasti jelek isinya hanya karena cover yang buruk (hal 34)

Kebohongan dan sikap ingkar terkadang jauh lebih menenangkan daripada mendengarkan kejujuran atau menghadapi kenyataan (hal 42)

Blessing in disguise. Selalu ada pelangi setelah hujan, dan selalu ada senyum dibalik duka (hal 47)

Manusia adalah serigala untuk manusia lain. Kita sudah terbiasa menilai orang berdasarkan penampilan luar. Kalau pada pandangan pertama ndak bikin efek ‘wah’, kita akan menganggap rendah orang tersebut. Kita akan bertindak superior, mendakwa orang itu pasti lemah. Lingkungan mengajarkan dogma tersebut (Hal 116)

Kita cuma melihat apa yang ingin kita lihat, bukan apa yang seharusnya kita lihat (hal 116)

Sometimes, the reality makes people don’t want to wake up and smell the coffee, because they’re afraid to feel the pain. They choose to live in the warm blanket of denial instead (hal 204)

Sometimes, acceptance is the hardest thing to do. Not because we can’t , but because we just don’t want to. We hold on things that are no longer there, because we’re not ready to let go (hal 211)

Pada akhirnya, kebenaran dan kejujuran akan membebaskan, dan melegakan. Dan pada akhirnya, orang yang berbesar hati akan menertawakan kesalahannya sendiri tanpa beban (hal 215)


tiaraorlanda ♣

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s