Book Review : Lonceng Cinta Di Sekolah Guru oleh Khairul Jasmi

Started : 01 Oktober 2015 – Finished : 15 Oktober 2015

13553808

RATING : ★★★☆☆

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2012
Harga : Rp 58.000
Jumlah halaman : 353 halaman
ISBN : 978 – 979 – 22 – 8169 – 9

Buku ini sebenarnya sudah aku beli dari Juli 2012. Baca beberapa halaman lantas buku ini nganggur, nangkring di rak buku ku dan otomatis masuk ke list TBR. Akhirnya demi suatu niat mulia yaitu memangkas timbunan TBR, awal Oktober kemarin aku memutuskan membaca buku ini.


First Sight :
Aku suka dengan tampilan buku ini. Jujur saja sinopsis buku ini bukanlah faktor utama penarik perhatianku, apalagi ditambah dengan jumlah halamannya yang menurutku cukup tebal membuat aku belum apa-apa udah merasa bosan. Tapi kover buku ini bikin jatuh cinta. Kesannya vintage vintage jadul gitu. Dari warna, gambar dan fontnya bikin jatuh hati.


Stories :
Lonceng Cinta Di Sekolah Guru bercerita tentang perjalanan Nurus selama menjadi pelajar di SPG (sekolah pendidikan guru) hingga setelah lulus. Di SPG jumlah muridnya sebagian besar adalah wanita, bahkan hanya 8 orang laki-laki di kelas Nurus. Nurus akhirnya pun jatuh hati pada adik kelasnya, Zeta. Awalnya perjalanan Nurus mendapatkan Zeta sangatlah sulit, belum lagi faktor senioritas di asrama putri membuat Zeta tidak diperbolehkan oleh anak-anak perempuan dikelas Nurus untuk menyukai teman-teman lelaki mereka. Walaupun berhasil mendapatkan Zeta ternyata perjalanan Nurus tidak mulus, ada-ada saja yang mencobai mereka. Nurus adalah lelaki yan pantang menyerah. Walaupun kadang tidak punya uang dia selalu nekat merantau, itulah khas pemuda Padang Panjang, katanya. Tiap perjalanan memberikan pelajaran dna ilmu untuk Nurus.

Penasaran dengan perjalanan pemuda Padang Panjang ini ? Temukan kisahnya di Lonceng Cinta Di Sekolah Guru !


What I Love From “Lonceng Cinta Di Sekolah Guru” :
Aku suka dengan penggambaran suasana Nurus dan sekolah SPG di era 80-an. Menarik untuk dibaca. Aku suka dengan istilah-istilah lucu yang sangat bernuansa jadul yang ditampilkan buku ini. Cerita Nurus dibagi menjadi beberapa bab sehingga memudahkan untuk dibaca. Aku juga sangat suka penggambaran kultur budaya Minang dibuku ini inilah yang membuatku menambahkan 1 bintang lagi untuk buku ini.


What I Hate From “Lonceng Cinta Di Sekolah Guru” :
Buku ini terkesan monoton, pembagian cerita bab yang banyak membuat buku ini terasa seperti stuck, hal ini yang menyebabkan aku lama sekali membaca buku ini. Penggambaran karakter-karakter di dalam buku agak kurang menarik dan ceritanya seperti berlalu begitu saja. Ekspektasiku terhadap ending-nya pun tidak terpenuhi karena bisa dibilang ending-nya anti klimaks.


Quotes :

Semua sudah berlalu, tak perlu dipersoalkan, yang penting, aku harus bisa menatap ke depan, tak boleh dihalangi lagi (hal 61)

Mata adalah jendela segalanya bagi perasaan, lubang waktu ke dunia lain, tempat lalu lintas hati dan jiwa (hal 239)

Itulah gunanya khayalan. Ia bisa merekayasa kehadiran seseorang di sisi kita, meski saling berjauhan (hal 300)

tiaraorlanda ♣

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s