Book Review : Casablanca (Forget Me Not) oleh Dahlian

Started : 16 Oktober 2015 – Finished : 16 Oktober 2015

22033520                                                  RATING : ★★★★☆

Penerbit : GagasMedia
Tahun terbit : 2014
Harga : – (book swap with Kak Indri)
Jumlah halaman : 336 halaman
ISBN : 979 – 780 – 712 – 6

Dahlian adalah salah satu penulis favoritku sejak membaca bukunya Baby Proposal. Makanya saat buku ini terbit aku pengen banget bacanya cuma sayangnya dikarenakan penyakit bokek menahun, akhirnya buku ini hanya nangkring di book-wishlist sampai akhirnya Kak Indri

berjasa mengeluarkannya dari list itu pas kami tukeran buku. Hehehe


First Sight :
Aku sangat sangat sangat jatuh cinta dengan kover Casablanca ini. Warna dan gambarnya berkesan classy. Judul buku dan nama penulis pun memiliki porsi yang pas di kover buku ini.


Stories :
Kegalauan akan pernikahannya dengan Rommy yang akan segera terlaksana beberapa minggu lagi membuat Vanda nekat pergi menyendiri untuk berpikir jernih ke Casablanca. Kota yang telah lama ingin ia kunjungi setelah menonton sebuah film romantis. Rommy adalah lelaki yang akan ia nikahi karena pilihan orangtuanya. Dan ia terdesak karena adiknya, Vanessa sudah ingin menikah tapi tidak diperbolehkan orangtuanya untuk ‘melangkahi’ Vanda

Semakin dekat pernikahan kami, aku semakin panik. Aku bahkan hampir merobek gaun pengantinku saat mencobanya. Aku enggak tahu apa yang kupikirkan saat itu. Aku cuma pengin pergi sejauh mungkin dari semuanya. Dari keluargaku, dan dari Rommy. Dan, cuma tempat ini yang terlintas di otakku

Casablanca tadinya adalah tempat favorit Laz. Karena setiap ada waktu dia akan datang kembali ke kota ini untuk menemui kekasihnya, Nadia. Tapi hari ini semua berubah. Casablanca bukan lagi favoritnya. Saat hari ini Laz menemui Nadia, dia malah mendapati bahwa Nadia telah menerima lamaran bosnya, yang artinya dia akan segera menikah. Begitu mudah saja wanita Maroko ini memutuskan hubungan mereka tanpa ada penyesalan sedikit pun di wajahnya

Aku nggak ngerti. Sama sekali nggak ngerti. Kalau orang tua Nadia nggak suka padaku, kenapa setelah aku berkali-kali datang baru menolakku? Kenapa setelah sekian tahun kami berhubungan, baru meminta Nadia memutuskan aku? Dan, kenapa baru sekarang Nadia mengatakannya? Setelah aku sampai disini?

Vanda dan Laz bertemu tak sengaja di Casablanca. Dengan permasalahan masing-masing. Awalnya Vanda sangat kesal dengan kehadiran Laz dimanapun dia berada. Tapi setelah dua kali ditolong oleh lelaki ini, Vanda pun mulai mencoba berbaik hati dengan Laz. Mereka bertemu pertama kali di Casablanca juga membawa masa lalu yang ternyata masih sulit dilupakan

Semua manusia pasti punya hati — sekecil apapun itu. Mengakui atau nggak, pasti punya rasa bersalah setelah menyakiti orang lain. Dan, rasa bersalah nggak akan pernah bisa terhapus waktu. Aku tau, karena aku juga pernah menyakiti laki-laki yang aku cintai

Apakah Casablanca akan seromantis film klasik itu bagi Vanda dan Laz ? Akankan luka mereka mengering dikota ini ataukah justru Casablanca yang memberikan mereka luka baru ? Temukan kisah mereka di Casablanca : Forget Me Not !


Something (+) From ‘Casablanca: Forget Me Not’ :
Aku selalu menyukai cara Dahlian bercerita, membuat kisah cinta yang sebenarnya biasa saja menjadi manis. Dahlian memang tidak selalu menjanjikan konflik-konflik yang mengejutkan dibukunya, tapi ceritanya selalu dapat mengalir dan membuatku sebagai pembaca dapat menikmatinya. Casablanca ini termasuk kisahnya yang sederhana karena mudah sekali ditebak. Baru di halaman 50-an aku sudah sedikit bisa menebak akan kemana alur cerita buku ini. Tapi kesederhanaan cerita Casablanca ini bikin aku makin semangat bacanya, ditambah aku juga penasaran dengan ‘rencana’ apa yang dimaksudkan oleh Laz. Aku bahkan sempat menebak, sayangnya tebakanku salah.

Karakter dalam buku ini sedikit sekali dan sangat intens difokuskan hanya pada Vanda dan Laz, sehingga aku mudah merasakan chemistry dengan kedua tokoh ini.


Something (-) From ‘Casablanca: Forget Me Not’ :
Aku agak bingung ketika dikatakan Vanda tidak hafal nama lelaki di masa lalunya itu, hm masa bisa setidak tau itu bahkan nama awalannya saja ? Casablanca adalah satu dari seri STPC (Setiap Tempat Punya Cerita) yang artinya salah satu yang harus diperhatikan dalam buku ini adalah tempat-tempat atau kota yang menjadi setting cerita, sayangnya aku tidak merasakan ketertarikan terhadap Casablanca. Sepertinya aku terlalu tenggelam dalam kisah Vanda dan Laz.


Quotes :

You can’t move on untill you let go of the past (hal 46)

Kadang, kita harus berdiri untuk kepentingan kita sendiri. Memang kedengarannya egois, tapi itulah hidup (hal 208)

Lebih baik melanjutkan hidup daripada meratapi yang sudah berlalu (hal 281)


tiaraorlanda ♣

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s