Book Review : Bumi oleh Tere Liye

Started : 27 Oktober 2015 – Finished : 27 Oktober 2015
18759843

RATING : ★★★★★

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2014
Harga : – (Kado Ulangtahun ke 23 dari Milca)
Jumlah halaman : 440 halaman
ISBN : 978 – 602 – 03 – 0112 – 9

Ini adalah kedua kalinya aku baca buku karya Tere Liye setelah Sepotong Hati yang Baru. Sebelum Milca ngasih aku kado buku ini, aku sebenarnya gak kepikiran buat baca buku ini, karena sepertinya ini buku ‘berat’ walaupun aku penasaran. Aku juga sebelumnya gak tau kalo buku ini bergenre fantasi.


First Sight :
Aku suka dengan warna kover dan gambar di kover buku ini. Warnanya bikin buku ini terlihat ‘berat’ ya walaupun emang menurutku buku ini memang tergolong buku berat, dan warnanya juga sesuai dengan warna Bumi.


Stories :

“Halo, Gadis Kecil.”
Suara dingin itu lebih dulu mengagetkanku. Petir menyambar terang sekali. Sosok tinggi kurus itu entah dari mana datangnya telah berdiri di depanku. Matanya menatap mempesona.

Raib atau yang akrab dipanggil Ra adalah seorang anak perempuan berusia 15 tahun. Dia suka membaca, memiliki dua ekor kucing dan memiliki sahabat bernama Seli. Raib bisa menghilang. Dia memiliki kekuatan itu sudah sejak kecil, meskipun tidak ada satu orang pun yang tau. Tapi gara-gara niatnya mengisengi Ali saat mereka sama-sama dihukum oleh Miss Keriting, Ali jadi curiga dengan kekuatan Ra. Bukan hanya harus menghadapi Ali si biang kerok yang terus menerus mengikutinya memastikan Ra benar-benar bisa menghilang, sejak hari itu juga Ra mulai sering bertemu dengan si sosok kurus dengan wajah tirus dan bola mata hitam yang mempesona.

Hari ini adalah hari yang tidak bisa dilupakan oleh mereka bertiga. Saat tiba-tiba ada kecelakaan tiang listrik yang roboh di dekat sekolah mereka, Ra ‘terpaksa’ memperlihatkan kekuatannya menghilangkan sesuatu di depan Seli, dan yang mengejutkan Seli ternyata juga memiliki kemampuan menahan dan mengalirkan listrik di tubuhnya, sehingga mereka berdua berhasil lolos dari kecelakaan tersebut. Masih dalam tanda tanya besar, Ali datang dan mengajak mereka segera pergi agar tidak mengundang perhatian orang banyak dan dengan dipimpin Ali, mereka bertiga bersembunyi di aula sekolah. Tak disangka, ditempat itulah Ra kembali bertemu dengan si sosok kurus bernama Tamus yang ingin menjemputnya. Pertarungan sengit pun terjadi, bahkan melibatkan Miss Keriting.

Tamus mengaum lantang, marah sekali. Dia beringas menghantam tangan ke dinding aula. Bunga salju tepercik kemana-mana menyusul dentuman-dentuman keras.
Kami sudah menghilang, tidak bisa dikejar.

Ra, Seli dan Ali yang berhasil lari atas bantuan Miss Keriting masuk ke dalam lubang hitam yang ternyata mengantarkan mereka kembali ke kamar Ra.

Saran Ibu, apapun yang terlihat, boleh jadi tidak seperti yang kita lihat. Apa pun yang hilang, tidak selalu lenyap seperti yang kita duga. Ada banyak sekali jawaban dari tempat-tempat yang hilang. Kamu akan memperoleh semua jawaban. Masa lalu, hari ini juga masa depan.

Karena mengingat kata-kata aneh Miss Keriting saat mengembalikan buku PR Matematika Ra, mereka mencari buku itu dan meneliti tiap halamannya berharap menemukan hal yang kira-kira dimaksud Miss Keriting. Saat meneliti buku itulah mereka dibawa oleh lorong berpindah ke sebuah ruangan baru yang aneh, dan dipertemukan dengan Ilo. Dari Ilo lah mereka mengetahui bahwa mereka sekarang berada di Kota Tishri. Perjuangan mencari jalan untuk kembali pulang membuat mereka bertiga mengalami pertarungan yang sulit dan menegangkan. Yang juga melibatkan Tamus.

Siapa Tamus sebenarnya dan kenapa dia ingin menjemput Ra ? Bagaimana perjalanan Ra, Seli dan juga Ali di kota Tishri ? Temukan kisahnya di Bumi !


Something (+) From ‘Bumi’ :
Banyak hal yang aku sukai dari buku ini. Jalan ceritanya seru dan tiap bab bikin penasaran pengen baca terus, makanya aku bisa baca buku ini cuma sehari padahal biasanya aku suka lelet kalo baca buku tebal ditambah lagi aku sebenarnya kurang tertarik dengan genre fantasi. Tapi buku ini seru dan keren sekali. Aku suka dengan karakter-karakter di dalam Bumi. Ra dengan kekuatan menghilangnya. Seli dengan kemampuannya mengeluarkan petir. Ali dengan kecerdikannya mengatur strategi. Miss Selena a.k.a Miss Keriting dengan kekuatan dan ketegasannya. Ilo yang berani. Av si penjaga perpustakaan dan banyak tokoh lainnya.

Penjelasan Ilo tentang Kota Tishri membuatku ingin kekota ini (tapi minus bertemu dengan Tamus dan makan makanan berwarna gelap ya hehe). Aku ingin mencoba mandi tanpa air, memakai alat pengatur rambut yang bisa mengganti gaya rambut dengan instan, mencuci piring dengan angin, memakai baju yang elastis dan bisa langsung menyesuaikan diri dengan badan pemakainya, mencoba menaiki kapsul, melihat kota dari ketinggian, menduduki sofa melayang dan banyak hal seru lainnya.

Aku suka dengan pertarungan yang dibuat penulis di buku ini, seru. Ikutan deg-deg an. Tapi sebenarnya aku lebih menikmati cerita-cerita sebelum pertarungan sih. Lebih deg-deg an. Saat beberapa kali Tamus muncul di cermin di kamar Ra, atau saat Ra menyadari bahwa kucingnya selama ini tidak nyata itu.

Endingnya bikin penasaran sama buku lanjutannya, walaupun plus-nya buku ini gak ngegantung.


Something (-) From ‘Bumi’ :


tiaraorlanda ♣

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s