Book Review : Kota Lama & Sepotong Cerita Cinta oleh Herdiana Hakim

Started : 06 November 2015 – Finished : 08 November 2015

25266562

RATING : ★★★★☆

Penerbit : GagasMedia
Tahun terbit : 2015
Harga : – (Gratis dari GagasMedia sebagai hadiah #KadoUntukBlogger)
Jumlah halaman : 306 halaman
ISBN : 979 – 780 – 791 – 6

Aku dapetin buku ini sebagai hadiah karena menjadi salah satu pemenang di event #KadoUntukBlogger. Sebenarnya aku biasanya males dan suka stuck baca ebook tapi belakangan ini aku mikir kayaknya seru juga baca ebook, bisa aku bawa kemana-mana malah bisa baca sambil makan (oke ini kebiasaan parah haha). Ini

pertama kalinya aku baca tulisan Herdiana Hakim jadi tidak mempunyai ekspektasi apa-apa terhadap buku ini.


First Sight :
Aku suka sekali sama kover buku ini. Aura vintagenya berasa dari warnanya, layoutnya, juga fontnya.


Stories :

Satu perbedaan yang langsung terlihat jelas adalah sorot matanya. Mamiku adalah perempuan bermata tajam dan awas. Jarang aku melihatnya mengantuk atau kelelahan. Tapi, yang kulihat saat ini adalah sepasang mata sayu, kuyu, dan lelah. Sepasang mata yang kehilangan sinarnya.

Jenny Ayu Maharani adalah seorang programmer yang bekerja di divisi IT di perusahaan Mars Consulting. Jenny menyukai berurusan dengan mesin, karena menurutnya mesin tidak pernah mengecewakan. Sebaliknya manusialah hal yang paling menakutkan bagi Jenny. Manusia, makhluk paling tidak bisa ditebak dan diduga. Suatu pertemuan tak terduga di rooftop kantornya memperkenalkan Jenny dengan teman sekantornya, Diana. Seorang wanita yang dicap aneh oleh teman-teman sekantornya yang lain. Melalui percakapan singkat mereka di atap kantor itulah Jenny mengetahui bahwa Diana sangat menyukai Kartini. Bertolak belakang dengan Jenny yang tidak tau apa-apa soal  Kartini, menurutnya Diana sangat berlebihan menyukai sosok Kartini. Karena menurutnya Kartini bahkan tidak ikut berperang ! Apanya yang hebat ? Begitulah pendapat Jenny.

Aku menyalakan lampu kamar, berganti baju, lalu membuka satchel bag-ku, mencari iPhone.
Namun tanganku malah menangkap selembar kertas yang aku tahu tadi tidak ada di sana.
Tur Napak Tilas Kartini.
Aku menatap kata-kata di selebaran itu lebih jelas sekarang.
Anda sedang gundah dan gelisah ? Ikutlah dalam perjalanan yang akan mengubah hidup Anda. Sambil belajar dari sosok Kartini, Anda bisa mengatasi keresahan hidup karena perjalanan adalah obat bagi hati yang resah.

Dengan mami yang sekarang sakit terserang stroke ringan dan menghilangkan semangatnya, Jenny merasa hari-harinya semakin kosong. Demikian saat ayahnya yang telah lama meninggalkannya, mengatakan akan kembali pulang untuk merawat ibu, Jenny merasa semakin tak siap dengan semua perubahan ini. Ditambah jabatan kepala IT di kantor yang seharusnya menjadi miliknya malah diberikan kepada orang lain yang menurutnya tidak lebih baik darinya. Jenny semakin merasa dia harus pergi walaupun sebentar saja untuk menghilangkan tumpukan masalah yang seperti tak ada habisnya. Dan pilihan tercepat dan termudah adalah Tur Napak Tilas Kartini yang selebarannya sudah ada di depan matanya ini.

Mendadak, bunyi gamelan itu berhenti. Perlahan, aku membuka mata. Aku menatap sekeliling. Kenapa kamar ini terasa berbeda ? Aku masih duduk di depan meja tulis kayu jati, tapi… bukankah meja tulis ini tadinya menghadap dinding ?

Keinginan Jenny untuk kembali ke masa lalu digumamkannya dalam hati saat berada di meja kayu di dalam kamar yang dulu ditempati Kartini itu. Siapa sangka perjalanan waktu benar-benar membawanya kembali ke masa lalu, sekitar tahun 1900-an. Tepat di rumah Kartini. Perjalanan Jenny (yang oleh Kardinah lalu dipanggil Rani -dari nama belakang Jenny- pun mulai menjalani hari-harinya sebagai Rani dan menjadi bagian dari keluarga Kartini.

Seperti apa perjalanan waktu yang dialami Jenny ? Apa sajakah yang terjadi antara Jenny (Rani) dan Kartini ? Temukan kisah mereka dalam Kota Lama & Sepotong Cerita Cinta !


Something (+) From ‘Kota Lama & Sepotong Cerita Cinta’ :
Aku suka sekali dengan pembahasan mengenai tokoh Kartini dalam buku ini, karena sejujurnya semua yang diceritakan penulis di buku ini baru saja aku ketahui saat membacanya. Aku kurang tau buku ini digolongkan ke alur mana, karena ditengah cerita dia kembali ke masa lalu. Mungkin untuk yang sudah baca juga bisa bantu ? hehe. Aku suka dengan penggambaran karakter dalam buku ini, ya walaupun tidak semuanya. Tapi saat aku selesai membaca buku ini, rasanya aku masih terngiang-ngiang dengan ceritanya. Dan malah berasa sedih karena ceritanya harus selesai karena Kartini sudah tiada. Kayak gak rela Jenny kembali lagi ke masa depan haha. Rating untuk keseluruhan buku ini adalah 3 bintang, detailnya akan kujelaskan di bagian What I Hate. Tapi rating 4 diatas aku berikan karena aku suka penuturan cerita mengenai sejarah Kartini yang membuatku penasaran dan gak bosan sama sekali. Oiya karena baca buku ini juga aku jadi penasaran sama buku yang berasal dari surat-surat Kartini yang dikumpulkan, semoga nanti aku bisa nemu buku ini dan bisa baca.


Something (-) From ‘Kota Lama & Sepotong Cerita Cinta’ :
Sebenarnya kalo secara keseluruhan cerita, aku akan memberikan rating 3 bintang. Karena banyak hal-hal yang kurang pas menurutku. Contohnya Joshua yang tiba-tiba melamar Jenny, padahal sebelumnya tidak diceritakan secara intens proses dekatnya mereka, hanya dikatakan mereka sahabat dekat dan sudah lama bersahabat. Lalu bagaimana tentang selebaran mengenai Tur yang tiba-tiba ada di tas Jenny ? Dibiarkan misteri begitu saja. Ending-nya juga menurutku agak random, agak tidak sesuai dengan ekspektasiku ya begitulah. Hehe.


Quotes :

Biasanya yang tampak kuat itulah yang rapuh di dalam (hal 12)

Perjalanan adalah obat bagi hati yang resah (hal 41)

Tidak ada kata terlambat untuk mengubah kehidupanmu (hal 186)

Aku harus dapat menguasai pikiranku. Harus dapat menguasai deritaku ! (hal 202)

Sistem pendidikan yang hanya berfokus pada intelektualitas itu salah. Pendidikan tidak hanya bersifat mengasah otak. Orang yang pandai dapat juga menjadi orang jahat. Kepandaian yang hebat belum tentu menjamin keagungan jiwa. Oleh karena itu, pendidikan budi pekerti dan pembinaan watak harus dipupuk dan diutamakan (hal 211)

Hidup ini terlalu indah untuk dirusak dengan ratap tangis akan hal-hal yang tidak bisa kita ubah (hal 212)

Tidak semua ambisi kita harus dikejar. Kadang, kita juga perlu berkorban untuk orang-orang yang kita sayangi (hal 239)

Pada akhirnya, apa yang harus terjadi memang harus terjadi (hal 276)

Alam kita punya cara sendiri melakukan berbagai hal, dan tidak semua bisa ditangkap oleh logika kita (hal 289)


tiaraorlanda ♣

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s