Book Review : Tokyo (Falling) oleh Sefryana Khairil

Started : 09 November 2015 – Finished : 10 November 2015

18588213

RATING : ★★★☆☆

Penerbit : GagasMedia
Tahun terbit : 2013
Harga : – (Pinjaman dari Lana *YEAY)
Jumlah halaman : 338 halaman
ISBN : 979 – 780 – 663 – 4

Yippie ! Setelah lama pengen  baca buku ini akhirnya kesampean juga dapat pinjaman dari Lana. Tokyo ini salah satu buku Sefryana Khairil yang belum aku baca. Aku tidak terlalu berekspektasi untuk buku ini. karena aku sudah mengenali gaya menulis Sefryana dan ciri khasnya. Jadi gaya menulisnya yang

seperti biasa pun sudah menarik untukku.


First Sight :
Aku suka dengan kover buku ini, Font yang digunakan, gambar maupun warnanya. Manis sekali kelihatannya.


Stories :

“Aku capek, Tor. Sebaiknya, kita udahin aja semuanya.”
Tora memejamkan mata sejenak, mengurangi denyut ngilu saat kata-kata Hana terngiang kembali. Baginya, antara dirinya dan Hana belum benar-benar selesai.
Karena itu, ia berada disini untuk meluruskan segalanya.

Tora adalah seorang wartawan yang bekerja di majalah Livelife yang sedang melakukan liputan ke Tokyo. Kedatangannya ke Tokyo bukanlah sekedar meliput, dia juga berencana akan menemui Hana, kekasihnya atau tepatnya adalah mantan kekasihnya yang tiba-tiba saja menyudahi hubungan yang telah mereka jalin selama dua tahun.

“Hmm…” Thalia berusaha menjaga ketenangan suaranya. “Kapan kita ketemu?”
“Aku belum liat schedule lagi. Besok aku—” Terdengar dering telepon di meja kantor Dean. “Sebentar, Thal.”
Lima menit. Tujuh menit. Sepuluh menit…
Thalia masih mondar-mandir menunggu Dean menyelesaikan percakapannya. Bosan menghadapi situasi itu, Thalia menutup telepon. Berharap Dean akan meneleponnya balik.

Thalia Nanindra, seorang fashion editor dari majalah Belle Indonesia yang sedang melakukan peliputan di Tokyo, secara kebetulan ternyata mantan kekasihnya -Dean juga berada di Tokyo untuk urusan bisnisnya. Thalia yang masih belum bisa melupakan Dean tentu semakin memiliki harapan besar saat tiba-tiba Dean menyapanya mengajak bertemu.

Thalia dan Tora sama-sama  berada di kota ini untuk menyelesaikan urusan pribadi mereka dengan mantan kekasihnya masing-masing. Siapa sangka, takdir mempertemukan keduanya dengan sebuah insiden. Tora tanpa sengaja menabrak Thalia dan merusak lensa telephoto milik Thalia. Karena lensa itu adalah lensa limited edition dan mereka tidak menemukan lensa serupa sementara Thalia tidak mau diganti dengan lensa yang mirip akhirnya mereka sepakat menggunakan lensa milik Tora -yang memiliki lensa sama- secara bergantian.

Aku mencintai waktu, tertawa, dan berbagi bersamamu.
Ketika kita sama-sama menyadari rasa itu hadir, bolehkah kita percaya itu takdir ?

Baca selengkapnya kisah Thalia dan Tora dalam Tokyo : Falling !


Something (+) From ‘Tokyo: Falling’ : 
Selain menyukai kover buku ini, aku cukup menyukai isi ceritanya. Aku suka dengan pengetahuan baru mengenai Tokyo, festival-festival khas disana, tempat dan sebagainya. Aku juga mendapat pengeahuan tentang liputan, jenis lensa dan kamera serta istilah-istilahnya. Aku suka dengan karakter Thalia yang kekanak-kanakan, lucu. Walaupun aku sempat kesal karena dia plin-plan sama perasaannya. Aku suka dengan cerita yang fokus kepada dua tokoh ini sehingga proses dekatnya kedua orang ini sangat terasa. Kedekatan mereka sangat manis.


Something (-) From ‘Tokyo: Falling’ :
Aku tidak suka dengan ending ceritanya yang seperti tidak selesai, menggantung. Dan aku mengharapkan Thalia dan Dean berakhir dengan lebih dramatis dari yang diceritakan *haha*


Quotes :

Meski seringnya cinta tidak sesederhana yang kita kira (hal 12)

Love is a beautiful thing when you find the right person (hal 153)

We don’t remember days. We remember moments (157)

Relationship is like sailing a boat. To make the boat sail, it needs two persons to ride it. Two persons to paddle. If you’re the only one paddling, you’ll get tired eventually (hal 180)

“Mungkin Tuhan tau kita nggak mungkin bisa menghadapi masalah kita sendirian, makanya ada yang nemenin.” (hal 205)


tiaraorlanda ♣

Advertisements

One thought on “Book Review : Tokyo (Falling) oleh Sefryana Khairil

  1. […] Entah karena sudah terlalu sering membaca karya Sefryana Khairil sehingga sudah terbiasa dengan gaya menulisnya, buku ini tidak terlalu menarik perhatianku. Tetapi aku cukup menyukai buku ini karena bisa mendapat pengetahuan baru mengenai Tokyo, festival-festival khas disana, tempat dan sebagainya. Aku juga mendapat pengetahuan tentang dunia wartawan seperti liputan, jenis lensa dan kamera serta istilah-istilahnya lainnya yang menjadi pekerjaan Tora, salah satu tokoh dalam buku ini. Review lengkapku mengenai buku ini bisa dibaca di sini. […]

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s