Book Review : Februari (Ecstasy) oleh Devania Annesya, Ari Keling, Ayu Welirang

Started : 14 Desember 2015 – Finished : 16 Desember 2015

24494990

RATING : ★★★☆☆

Penerbit : Grasindo
Tahun terbit : 2015
Harga : – (Baca di Ijakarta)
Jumlah halaman : 208 halaman
ISBN : 978 – 602 – 251 – 891 – 4

First Sight :
Awalnya nemu buku ini enggak sengaja pas lagi search buku lain yang ditulis oleh Devania. Ngeliat kovernya sih biasa aja, tapi judulnya bikin aku penasaran. Ditambah liat sinopsisnya aku akhirnya memutuskan buat baca. Belakangan aku baru tau kalo buku ini salah

satu seri yang termasuk dalam ‘Monthly Series’


Stories :
Nugie, seorang anak dari bos mafia narkoba. Tapi dia sangat membenci ayahnya. Bukan, bukan karena ayahnya seorang bos besar dari benda terlarang itu, tetapi suatu hal di masa lalu.

Joya, seorang pecandu narkoba. Ya dia memang ikut tinggal bersama di rusun tempat genk narkoba itu. Tapi ia dan kelompoknya hanyalah bagian minoritas saja. Joya ingin pergi dari tempat ini, tapi keberadaan saudara kembarnya disini mengurungkan niatnya. Selama dia ada disana, Joya juga harus tetap tinggal untuk melindunginya.

Mayang, pemberani dan dijuluki bidadari genk Sukoco. Dia memiliki banyak anak buah dan merupakan orang kepercayaan Sukoco. Dia kuat dan berani tetapi lemah terhadap sesuatu. Dia mencintai orang yang tidak balas mencintainya dan malah terang-terangan menunjukkannya.

Ketiga orang ini tinggal ditempat yang sama, menghadapi kisah yang berbeda. Kematian Sukoco, memunculkan masalah baru bagi mereka. Siapa yang membunuh Sukoco ? Siapa pengganti Sukoco ? Bagaimana kalo akhirnya mereka saling membunuh saja ?

Simak kelanjutan kisahnya di Februari : Ecstasy !


Something (+) From ‘Februari: Ecstasy’ :
Aku suka dengan ide ceritanya, sangat suka. Buku ini melibatkan banyak adegan pembunuhan. Dan pembunuhannya sadis-sadis.Tapi suka haha keren. Berasa mafia-mafianya. Terus aku suka dengan keakraban Joya dengan anak buah kepercayaannya Bong. Dan Mayang dengan anak buahnya, Narto. Malah pas Narto kebunuh, aku ikut merasa kehilangan huhu. Aku juga dengan twist yang diciptakan penulis di buku ini. Gak ketebak.


Something (-) From ‘Februari: Ecstasy’ :
Jadi cerita di buku ini dibagi menurut sudut pandang masing-masing tokohnya. Yang kurang aku suka, tiap sudut pandang selalu mengulang yang sudah ada di bab sebelumnya. Memang ditambah dengan informasi baru, cuma berasa bosen bacanya. Ada beberapa bahasa yang kurasa kurang cocok. Ya itu memang gaya menulis sih, tapi aku agak merasa kurang nyaman aja bacanya. Aku lupa nyatatnya di part mana, tapi contohnya ‘aku menemui dia’ diganti jadi ‘dia kutemui’. Kalimatnya gak salah, tapi agak kurang pas.


Quotes :

“Aku cuma baru sadar, dalam hidup, yang abadi itu cinta… dan luka” (Hal 2)

Bukankah kesunyian lebih menyeramkan daripada kebisingan ? (Hal 34)

Jika saja hidup punya masa berlaku, maupun masa tenggang, aku ingin sekali memilih untuk tak berlaku dahulu. Melewati masa tenggang hidup yang mungkin bertahun-tahun lamanya, sampai aku terlahir baru (Hal 37)

Ada hal-hal yang ingin aku lupakan. Saat-saat di mana aku merasa dunia tidak adil dan tak ada seorang pun yang menuntut keadilan untukku (Hal 169)

Aku menangisimu dalam malam yang sepi. Diam-diam dan tak seorang pun perlu tahu. Aku menangisimu dalam senyap yang lengkap (Hal 208)

tiaraorlanda ♣

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s