Book Review : Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 oleh Pidi Baiq

Started : 01 Maret 2016 – Finished : 05 Maret 2016

22037542

RATING : ★★★☆☆

Penerbit : Pastel Books (Mizan Group)
Tahun terbit : 2014
Harga : –
Jumlah halaman : 332 halaman
ISBN : 978 – 602 – 787 – 041 – 3

First Sight :
Aku udah lama penasaran sama buku ini. Kemakan hypenya orang-orang yang udah baca dan gencarnya rating bagus plus komentar positif di Goodreads akhirnya aku memutuskan beli Ebooknya dan baca.


Stories :
Cerita di buku ini bermula dari Milea Adnan Hussain atau akrab disapa Lea yang menceritakan kembali ingatannya tentang Dilan di masa lalu.

Bandung, September, 1990.
Dilan adalah sosok yang bagi Milea, ajaib. Pertemuan awalnya dengan Dilan pun terbilang unik dan yah, agak sedikit membuat Milea takut, karena Dilan yang pada saat itu belum dikenal oleh Milea tiba-tiba menyapanya saat akan berjalan menuju sekolah.

“Kamu Milea, ya?”
“Eh?” kutoleh dia, memastikan barangkali aku kenal. Nyatanya tidak, lalu kujawab:
“Iya.”
“Boleh gak aku ramal?”
“Ramal?” Aku langsung heran dengan pertanyaanya. Kok, meramal? Kok, bukan kenalan?
“Iya,” katanya. “Aku ramal, nanti kita akan bertemu kantin”.

Dan setelah itu pun hari  Milea tidak pernah sama lagi. Dilan yang usil, yang romantis, yang terkenal anak motor dan di cap bandel, tapi menurut Milea, Dilan adalah anak yang baik dan menarik karena keunikannya.

Seperti apa kisah Milea dan Dilan ? Baca selengkapnya di Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 !


Something (+) From ‘Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990’ :
Hal pertama yang aku sukai di buku ini adalah penggambaran Bandung di tahun 1990. Dimana itu jadul banget kan, bahkan aku aja belum lahir. Aku pernah dua kali ke Bandung dan rasanya asik sekali membayangkan Bandung di tahun 1990 itu. Hal kedua yang aku suka adalah karakter Dilan yang kadang lucu tapi gak jelas. Celetukan-celetukannya saat menelepon Milea juga kadang-kadang membuatku tersenyum. Contohnya ini :

“Tapi, aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalo sore.” (Hal 11)

atau yang ini :

Selamat Ulang Tahun, Milea
Ini hadiah untukkmu, cuma TTS.
Tapi sudah kuisi semua.
Aku sayang kamu.
Aku tidak mau kamu pusing karena harus mengisinya

Haha, menarik kan Dilan ini.


Something (-) From ‘Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990’ :
Aku agak terganggu dengan ha ha he he yang sangat banyak itu. Aku juga tidak merasakan keterikatan dengan karakter lain kecuali Dilan, entah mungkin karena memang karakter lain bukanlah pusat dari cerita ini, entahlah. Aku juga sempat agak merasa bosan saat membaca bukunya. Mungkin karena memang di dalam buku ini tidak ada konflik yang terlalu berarti.


tiaraorlanda ♣

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s