Book Review : Dongeng Patah Hati oleh Aveline Agrippina, Callia, dkk

Started : 22 Maret 2016 – Finished : 24 Maret 2016

17674472.jpg

RATING : ★★★★☆

Penerbit : GagasMedia
Tahun terbit : 2013
Harga :
Jumlah halaman : 276 halaman
ISBN : 978 – 979 – 780 – 616 – 3

Aku sudah membaca buku ini dari tahun 2013 dan sudah membuat sedikit reviewnya di Goodreads. Beberapa hari lalu aku mendadak ingin membaca ulang buku ini, dan yah here it is. Dongeng Patah Hati berisi 14 cerita dengan tema Patah Hati dari 14 penulis berbeda. Untuk mempersingkat reviewnya, aku hanya akan


meringkas beberapa cerita yang berkesan untukku.


Stories :

  • Hujan Tanpa Pelangi by Robin Wijaya

“Aku tidak mengerti, kenapa cinta dijadikan alasan oleh manusia untuk menyatukan sesuatu yang salah, tapi sekaligus disalahkan untuk menyatukan sesuatu yang benar.”
“Benar atau salah, aku akan tetap mencintaimu. Dan aku tak pernah takut untuk dinilai seperti itu.”
Kata-kata terakhir dalam obrolan kami terdengar… naif.

Kisah ini bercerita tentang aku dan dia. Dia yang awalnya tidak menyukai Hujan. Katanya Dia tidak suka dingin dan lembap. Tidak suka langit yang gelap. Tidak suka angin kencang dan petir. Dia hanya menyukai pelangi. Tapi sejak Ibu berkata Pelangi hanya akan muncul setelah hujan, dia mencoba terbiasa pada Hujan. Sampai kini, Hujan telah mnjadi sesuatu yang akrab bagi kami.

Belasan tahun tak bertemu, aku merasa dia hanyalah orang lain, seperti perempuan kebanyakan. Jika kemudian muncul sesuatu yang berbeda pada rasa, maka jangan tanyakan kenapa. Karena jatuh cinta tak pernah direncanakan…

∞∞∞

  • It’s not you, it’s me by Stephanie Zen

I know that it sounds cliche, but Jordan is ‘that type’ of guy. You know, those who have it all : tampang, otak dan kekayaan. Dia sempurna. Dan karena itu, aku takut mencintainya.

Kami pertama kali bertemu di Marche, di ulangtahun Fanny. Saat melihat Jordan, aku tau aku tidak akan pernah melupakan wajah itu lagi. Perkenalan hari itu, merupakan awal kedekatan kami, kamipun mulai berteman. Ya walaupun ku akui, aku berharap banyak padanya. Aku berusaha menarik perhatiannya. Aku peduli dengan pendapatnya dan aku mulai berpikir dengan caranya berpikir.

Tetapi undangan dari Fine Fashion Week hari ini, menyadarkanku satu hal. Jordan, it’s not you. It’s me. I love myself too much, therefore i don’t wanna suffer anymore.

∞∞∞

  • Ulang Tahun ke-17 by Mahir Pradana

Dia pergi meninggalkanku begitu saja. Tanpa alasan yang jelas. Tanpa kata perpisahan. Tiba-tiba kami dipertemukan kembali di Jenewa, Swiss. Ribuan kilometer jauhnya dari New York.
I know this is something called destiny. But what is destiny trying to tell us ?

Kisah ini tentang pertemuan Abdi dengan gadis kecil bernama Adrianne yang mengingatkannya kembali pada Elise. 18 tahun yang lalu, New York. Selama dua minggu mengenalnya, Abdi tidak pernah jatuh cinta sedalam itu. Elise gadis yang menakjubkan dan Abdi tergila-gila padanya. Banyak pertanyaan terpendam menunggu untuk di jawab, tapi saat mereka kembali bertemu, Abdi justru tak siap dengan jawabannya.

∞∞∞

  • Bunga Pengantin by Sanie B Kuncoro

“Jangan memintaku memilih.”
“Artinya kau ingin kami berbagi ?”
“Mungkin.”
“Bahkan , seorang anak harus menentukan pilihan diantara dua es krim beda rasa.”
“Kalian bukan es krim, dan aku bukan anak-anak.”

Kisah ini tentang pertemuanku dengan seorang wanita yang mengirimkan pesan via Facebook padaku, dan mengatakan sesuatu tentang Akar. Kabar buruk. Aku ingin meragukannya, tapi nyatanya aku mempercayainya. Aku harus menyuruh Akar memilih. Dan sebelum atau sesudah dia memilih, aku yang akan memilih.

∞∞∞

  • Yogyakarta, suatu cerita by Dodi

Bintang, beginikah rasanya patah hati ? Apakah laut cinta kita masih biru warnanya ? Apakah masih tenang ? Apakah masih dalam ?

Kisah ini tentang pasangan yang terpaksa menjadi LDR karena sang lelaki melanjutkan pendidikannya ke Yogyakarta. Janji yang mereka ucapkan bersama, saling menguatkan satu sama lain, meyakinkan tidak ada yang perlu ditakutkan dari Jarak. Saat sang kekasih akhirnya berhasil mendapatkan kesempatan melanjutkan kuliah di kota yang sama, dia menyusul kesana, sayangnya bukan lelaki itu yang menyambut kedatangannya.


Something (+) From ‘Dongeng Patah Hati’ :
Aku suka dengan kovernya, warnanya suka parah. Basicly aku suka sama cerita-cerita sedih, jadi buku  ini cukup memenuhi ekspektasiku. Semua ceritanya menarik ya walaupun beberapa saja yang benar-benar berkesan untukku. Sebagian besar ceritanya menarik, gak ada yang bikin bosan dan jenis patah hati yang dibahas beda-beda. Ada yang meninggal, LDR, terjebak friendzone, dan sebagainya.

Aku suka dengan cerita yang minim dialog seperti di buku ini, karena aku biasa gampang bosan kalo banyak dialognya. Dan aku juga suka cerita model kayak gini, karena biasanya lebih mudah nemuin kalimat-kalimat quoteable.


Something (-) From ‘Dongeng Patah Hati’ :
Aku  kurang suka dengan font pada tulisan dongeng patah hati yang di kover. Kurang pas aja berasanya, nyisain banyak space kosong.  Ada satu atau dua cerita yang aku kurang paham isinya, mungkin akunya yang lemot kali ya huehehe


Quotes :

“Dikhianati itu lebih dari sakit, tapi tak juga mati.” (hal 11)

Bukankah hidup harus tetap berjalan dengan segala kebahagiaan dan ketidakbahagiaan yang mengelilinginya ? (Hal 15)

Luka adalah pengejawantahan bahwa bahagia tidaklah kekal (Hal 20)

Bukan cinta yang patut disalahkan, karena cinta tidak pernah salah dan menyakiti. Semua pilihan ada di tangan kita, tetapi kita sendirilah yang memilih untuk berjalandi bebatuan berliku atau jalan beraspal yang mulus. (Hal 45)

Tak perlu menantang hujan, jika pelangi tak pernah datang (Hal 64)

Cerita yang ditulis Tuhan selalu happy ending. Jika tidak, berarti cerita itu belum selesai (Hal 202)

Basa basi tidak selalu buruk. Bahwa bujukan terkadang bisa memoles sesuatu menjadi lebih baik (Hal 205)

Menentukan pilihan adalah bagian dari proses pendewasaan. Tidak menyerahkan diri pada pilihan pihak lain yang akan menjadi seperti suapan baginya (Hal 214)

tiaraorlanda ♣

Advertisements

One thought on “Book Review : Dongeng Patah Hati oleh Aveline Agrippina, Callia, dkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s