Book Review : Happily Ever After oleh Winna Efendi

Started : 25 April 2016 – Finished : 26 April 2016

23634830

RATING : ★★★★☆

Penerbit : GagasMedia
Tahun terbit : 2014
Harga : –
Jumlah halaman : 356 halaman
ISBN : 978 – 979 – 780 – 770 – 3

Stories :
Menurut Lulu, ayahnya adalah orang yang paling dia favoritkan di dunia. Ayahnya seorang tukang kayu, kuli bangunan, juga arsitek yang hebat. Lulu sangat dekat dengan Ayahnya. Bagi Lulu, Ayah adalah orang yang paling mengerti dirinya, dan dia adalah orang yang paling mengerti Ayah. Ayah Lulu selalu membacakan dongeng kepada Lulu setiap dia hendak tidur dan Lulu sering bertanya : ‘happily ever after’ yang ada di hampir

semua akhir cerita dongeng, adakah di dunia nyata ?

Hari sekolah mungkin bagi anak lain akan menyenangkan, tapi bagi Lulu tidak. Setiap akan kembali ke sekolah, dia merasa seperti akan berperang. Dunia sekolah baginya sangat tidak menyenangkan. Teman-temannya sering mengejek dia, mencoret bukunya dengan ledekan mengatainya penyihir, mencoret lokernya, bahkan dia kerap disebut sebagai Lucifer. Oleh Karin, sahabatnya. Ya setidaknya dulu mereka pernah bersahabat.

Walaupun satu-satunya sahabatnya telah meninggalkannya, tapi semangat Ayah selalu memberikan keberanian bagi Lulu untuk tetap sekolah dan dia bertekad tidak akan kalah dalam “berperang”. Setidaknya dia sudah memiliki keluarga, ayah serta bunda, mereka baik-baik saja dan bahagia. Lulu merasa semua sudah cukup. Dia sudah bahagia.

Sayangnya kebahagiaan Lulu tak berlangsung lama, sebuah kabar buruk membuat harapannya pupus dan kegelapanlah yang kini mengambil alih hari-hari bahagianya. Disaat saat terpuruk itulah Lulu bertemu dengan Eli. Anak lelaki yang bernasib sama dengannya. Mereka sama-sama harus berjuang untuk orang yang mereka sayangi dan melawan rasa takut mereka. Takut kehilangan.

Baca kelanjutan kisahnya di Happily Ever After !


Something (+) From ‘Happily Ever After’ :
Buku ini sesungguhnya jauh melebihi ekspektasiku. Aku tidak mengira buku ini akan mengangkat tema utama drama keluarga, which is adalah salah satu tema buku favoritku. Aku suka dengan pekerjaan Ayah Lulu yang melibatkan kayu, karena aku juga suka dengan benda-benda yang terbuat dari kayu. Aku suka dengan kedekatan keluarga kecil ini, antara Lulu dengan Ayahnya, Ayah Lulu dengan Bunda, bahkan aku suka dengan kedekatan yang Lulu coba ciptakan dengan Bundanya.

Aku adalah penggemar sad story dan buku ini ternyata salah satunya. Selain drama keluarga, buku ini juga memuat cerita tentang cinta dan juga persahabatan. Aku juga suka dengan plot buku ini, memang bukan twist yang mengejutkan tetapi aku sangat menikmati saat membaca buku ini. Di beberapa bagian aku menangis dan ikut sesak, seakan ikut merasakan apa yang dirasakan tokoh dalam cerita ini, aku akui Penulis sangat terampil membawa emosiku hanyut dalam bukunya.

Tokoh favoritku dalam buku ini tentunya sang Ayah. Karena dia orang paling tulus dan ikhlas yang aku temui di buku ini.


Something (-) From ‘Happily Ever After’ :
Aku tidak begitu senang saat tahu ending Karin dan Lulu serta ending keadaan Ayah Lulu tapi aku senang juga karena itu membuat cerita buku ini lebih nyata dan gak fairytale.


Quotes :

Percayalah bahwa Happily Ever After itu ada, meskipun dalam bentuk dan cara yang mungkin berbeda dengan yang kita harapkan (Hal viii)

Hanya karena sebuah cerita enggak berakhir sesuai dengan keinginan kita, bukan berarti cerita itu enggak bagus. Happily Ever After itu masalah persepsi (Hal 7)

Fairy tales are more than true;
not because they tell us that dragons exist,
but because they tell us that dragons can be beaten – Neil Gaiman (Hal 10)

“…kenapa takut kalah kalau kamu mungkin akan menang ?” (Hal 18)

…sebab aku percaya selalu ada waktu yang tepat untuk segala sesuatu (Hal 59)

“Yang sulit itu mempertahankan harapan. Kalau harapan sudah hilang, persentase sebesar apapun juga bisa menurun jadi nol.” (Hal 76-77)

Hidup adalah sebuah hak yang istimewa. Karenanya, kita perlu melakukan kewajiban kita untuk menjalaninya sebaik mungkin (Hal 99)

“…Dunia ini penuh dengan kujujuran yang menyakitkan, tapi juga kebohongan.” (Hal 119)

“…Orang-orang yang ditakdirkan untuk ada di sisi kita, pada akhirnya akan ada bersama kita. Mereka yang ingin pergi nggak bisa dipaksa tinggal.” (Hal 126)

Kadang-kadang, orang yang pergi akan kembali ke sisi kita. Itulah yang kunamakan kesempatan kedua. Tapi, nggak jarang juga mereka yang pergi akan hilang selamanya, yang menyedihkan adalah nggak sempat mengucapkan selamat tinggal (Hal 157)

“…itulah salah satu hal menarik mengenai mimpi. Kita boleh memiliki mimpi-mimpi yang baru meskipun apa yang paling kita inginkan nggak tercapai.” (Hal 176)

“…nggak semua cerita punya akhir yang bahagia. Begitu pula hidup. Bahkan, sering kali hidup punya kejutan tersendiri.” (Hal 184)

“Banyak doa karena Tuhan nggak akan membiarkan kita kesusahan dan kehilangan harapan.” (Hal 184)

Meskipun aku gentar, aku akan berupaya sebisa yang kumampu, untuk menjadi pemberani. Demi keluarga ini (Hal 191)

Sorrow is better than fear
Fear is a journey, a terrible journey
But, sorrow is at least an arriving – Alan Paton (Hal 222)

Suatu hari nanti, sama seperti kegelapan yang meliputiku, aku akan melihat matahari kembali terbit dan merasakan kehangatannya. Dan monster dari mimpi terburukku itu akan enyah (Hal 249)

Alam semesta ini punya rahasianya sendiri. Yang perlu kita lakukan adalah percaya dengan rencana-rencana di baliknya (Hal 251)

Terkadang orang yang meninggalkan merasakan sakit yang lebih dalam ketimbang orang yang ditinggalkan (Hal 283)

♣ tiaraorlanda 

Advertisements

One thought on “Book Review : Happily Ever After oleh Winna Efendi

  1. […] Buku ini adalah salah satu favoritku. Banyak hal yang aku sukai dari buku ini salah satunya konfliknya yang mengangkat konflik persahabatan yang mana adalah salah satu konflik favoritku juga. Karakter dibangun dengan sangat baik sehingga mudah bagiku merasakan ceritanya dan merasa ‘related’ sama isi buku ini. Belum lagi quote-quote yang bagus sekali untuk memberi motivasi dalam hidup. Review selengkapnya bisa dibaca di sini. […]

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s