Book Review : Interlude oleh Windry Ramadhina

Started : 30 Mei 2016 – Finished : 30 Mei 2016

22081836

RATING : ★★★★☆

Penerbit : GagasMedia
Tahun terbit : 2014
Harga : Rp 21.000 (Promo Ebook di Google Play)
Jumlah halaman : 380 halaman
ISBN : 978 – 979 – 780 – 722 – 1

Stories :

Dia mendekap erat lututnya.
Dia dikuasai bayangan mengerikan.
Mimpi.
Dia berharap bayangan mengerikan itu hanya sebatas mimpi.
Tetapi betapa nyata apa yang baru saja dialaminya.
Ini lebih mengerikan dari mimpi buruk.

Hanna merasa dunianya telah berakhir sejak kejadian buruk itu menimpanya. Dia mengalami trauma hebat hingga terpaksa mengambil cuti kuliah. Setahun kini berlalu dan Hanna tahu dia harus segera kembali ke kampus untuk menyelesaikan kuliahnya. Dan itu artinya ia harus kembali menghadapi cemooh-cemoohan teman-teman kampusnya yang mengetahui peristiwa itu.

Dia menyandarkan tubuhnya ke langkan.
Kedua tangannya memegang bagian paling atas pagar besi itu
sementara kedua matanya terpejam.
Hidungnya menangkap bau usang ibu kota.
Telinganya mendengar macam-macam bunyi tumpang tindih.
Dan, diantara itu semua ada keputusasaan yang begitu kentara.
Rasa yang dia kenal benar.

Kai Risjad bukanlah seorang lelaki dengan reputasi baik. Apalagi bila urusannya dengan wanita. Dia berantakan, tidak punya tujuan hidup, berhubungan dengan banyak wanita lalu meninggalkan mereka begitu saja, cuti kuliah dan nyaris di drop out dari kampusnya juga jarang pulang kerumah. Jarang pulang kerumah, bukanlah tanpa alasan.

Gitta, mantan kekasih sekaligus teman satu band Kai telah memperingatkan Kai dengan keras saat dia tau Kai menaruh perhatian pada Hanna. Dia mengetahui peristiwa yang menimpa Hanna karena ia sekampus dan juga satu apartemen dengan Hanna karenanya ia tak ingin Kai mempermainkan Hanna. Tapi Kai mengabaikannya dan membuat suatu kesalahan besar.

Hanna dan Kai adalah orang yang sama-sama mengalami hal buruk dalam hidup mereka. Sama-sama terluka dan harus berdamai dengan masa lalu mereka. Suatu hari mereka tidak sengaja bertemu di atap apartemen tempat Hanna indekos. Saat itu Hanna sedang melamunkan Laut dan mangucapkan harapannya untuk ‘bertemu’ dengan Laut, tempat yang sangat ingin ia kunjungi. Sementara Kai sedang bermain gitar sembari menunggu Gitta. Saat itulah Hanna baru mengetahui bahwa Kai adalah nama lain dari Laut.

Baca kelanjutannya di Interlude !


Something (+) From ‘Interlude’ :
Aku suka dengan buku ini. Dari kover dan judulnya, aku suka. Aku suka dengan pembahasan nama-nama lain dari Laut seperti : Aphrodite, Hali, Lamar, Marriane, Bay, Coral, Gara, dan Kai. Buku ini menggunakan tema favoritku yaitu drama keluarga, persahabatan dan juga romansa tentunya.

Aku merasa semua karakter dalam buku ini sangat konsisten dari awal hingga akhir. Aku sulit memutuskan siapa tokoh favoritku semuanya sangat menarik. Tapi aku akan memilih Gitta, karena dia sangat baik. Dia menyelamatkan Hanna saat teman-teman sekelas membicarakan Hanna. Dia mengkhawatirkan Hanna saat tau Kai mendekati Hanna. Menurutku dia baik sekali. Dan aku juga menyukai Jun. Karena menurutku Jun sangat dewasa.

Beberapa adegan di dalam buku ini bisa membuat aku ikut terbawa perasaan. Salah satu contohnya aku sedih saat Kai membawa Hanna kerumahnya dan berkata : “Ma, Pa, tolong buat aku percaya. Tolong katakan, perasaan ini tidak akan sia-sia”, atau saat Hanna menerjang masuk ke kamar Gitta untuk menyelamatkannya aku ikut merasa deg-deg an dan terharu. Ini menurutku bagus karena artinya penulis bisa membawa pembaca ‘ikut’ merasakan apa yang tokohnya rasakan.

Aku juga suka dengan konflik-konflik dalam buku ini. Terasa ‘mengalir’ saja dan tidak sempat memunculkan rasa bosan. Aku suka dengan pesan yang dibawa buku ini. Bahkan buku ini sempat mengingatkan aku tentang kejahatan yang sedang marak terjadi di Indonesia, aku rasa buku ini mewakili mereka. Bahwa walaupun terkadang kita tidak bisa melihat dari luar  dampaknya, di dalam mereka justru hancur lebur. Buku yang bagus.


Something (-) From ‘Interlude’ :
Aku agak terganggu dengan reaksi Hanna terhadap ibunya. Entahlah menurutku Hanna agak sedikit ‘jahat’ karena dia menghindar, tapi ya mungkin apabila kita mengalami peristiwa tidak menyenangkan dan orangtua terlalu mengkhawatirkan kita, kita menjadi risih (?) Ya mungkin begitu.


Quotes :

Masa lalu seperti belenggu, memang. Mengikat. Terlalu mengikat, kadang seperti menjadi bagian baru di diri kita. Bagian baru yang membebani (Hal 254)

Rasa tidak menjamin kebahagiaan (Hal 287)

Masih ada harapan. Ya. Kehidupannya masih bisa diselamatkan. Dia tidak akan menyerah semudah ini (Hal 312)

♣ tiaraorlanda 

Advertisements

One thought on “Book Review : Interlude oleh Windry Ramadhina

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s