Book Review : Paper Romance oleh Lia Indra Andriana

Started : 15 Juni 2016 – Finished : 21 Juni 2016

17787307

RATING : ★★★☆☆

Penerbit : Haru
Tahun terbit : 2013
Harga : Rp 9.900 (Promo Ebook di Google Play)
Jumlah halaman : 376 halaman
ISBN : 978 – 602 – 774 – 213 – 9

Stories :
Kev Mirrow, adik dari pemilik sebuah perusahaan furniture tempat Eli bekerja. Kev baru saja mengalami musibah sehingga tangan kanannya terkilir dan harus dibebat perban dan hal itu tentu menyulitkan Kev untuk menyelesaikan naskah novel terbarunya yang sudah vakum selama dua tahun. Kev akhirnya terpaksa dicarikan asisten dan dibolehkan tinggal sementara di kantor sang kakak karena Kev tidak menyukai ada orang asing di rumahnya.

Kev adalah orang yang mudah marah, sulit meminta maaf, dan juga sering berbicara ketus. Karena itulah beberapa asisten yang sudah dicarikan untuknya mendadak menghilang tanpa jejak, karena tak tahan dengan perilakunya.

Eliana Candra, seorang karyawan yang baru saja bekerja selama dua bulan di perusahaan kakak Kev hari itu mendapat kesialan. Dia terpaksa menjadi asisten alias tukang ketik Kev karena kebetulan Eli memiliki kemampuan mengetik dengan cepat dan tepat.

Selama menjadi tukang ketik Kev, mau tak mau Eli juga menjadi pembaca naskah yang Kev tulis. Awalnya Eli hanya iseng mengomentari naskah tersebut dengan memberikan catatan-catatan kecil di halaman yang ia ketik. Malangnya, saat akan mengirimkan naskah yang sudah ia ketik kepada Kev, ia malah mengirimkan naskah yang sudah ia komentari sehingga Kev marah besar dan menyuruhnya mengganti semua nama tokoh yang semula bernama Nadia menjadi nama Eli.

Suatu hari suatu kejadian buruk menimpa Eli dan Kev. Kev mengalami kecelakaan sehingga menyebabkan penyakitnya kambuh semakin parah. Setelah menjalani operasi, Kev malah kehilangan ingatannya dan berpikir bahwa Eli adalah kekasihnya. Karena ia melihat nama Eli dalam naskah novel yang ia tulis.

Demi menjaga suasana hati Kev agar naskahnya cepat selesai, Hadri, manajer Kev memohon kepada Eli untuk berpura-pura menjadi kekasih Kev. Eli menuruti kemauan Hadri dan drama ‘Eli-adalah-kekasih-Kev’ pun dilakukannya. Semua drama itu Eli lakukan semata-mata karena permintaan Hadri. Setelah novel Kev terbit dan seorang produser film, Pak Ruby memutuskan untuk mengadaptasi novel tersebut, Eli dan Kev akhirnya dipertemukan dengan Nadia Shari. Wanita yang sepertinya memiliki masa lalu dengan Kev. Entah mengapa ada kecemburuan menggelayuti hati Eli.

Meskipun sebenarnya ingatan Kev telah kembali, dia tidak menemukan waktu yang tepat untuk memberitahukan Eli yang sebenarnya. Drama itu terus berlanjut, dan lama-lama kelamaan Kev malah merasakan sesuatu menghantam dadanya tiap ia melihat Eli berdekatan dengan seorang lelaki bernama Nathan Black.

Baca selengkapnya di Paper Romance !


Something (+) From ‘Paper Romance’ :
Kisah Kev dan Eli menurutku cukup romantis dan bikin greget karena sifat Kev yang menyebalkan. Aku suka dengan cerita mengenai pekerjaan Eli di teater dan kemampuannya dalam make up. Aku juga suka dengan cerita mengenai penyakit Aneurisma yang diderita Kev, karena ini baru pertama kalinya aku mendengar penyakit ini.

Salah satu bagian yang aku suka yaitu pas Kev ada di teater dan banyak anak-anak teater yang meminta tanda tangannya. (Hal 232) Yang Kev tidak tahu, anak anak ini hanya menuruti perintah Hadri untuk mengantre meminta tanda tangan sambil membisiki mereka untuk mengatakan ‘tokoh favorit mereka itu si Riki’. Kocak sekali.


Something (-) From ‘Paper Romance’ :
Di Hal 44 dikatakan sebuah mobil melaju dengan kecepatan pelan tepat di depan jalan masuk rumah sakit itu. Ia (Eli) terhuyung. (mobilnya kan pelan, lalu tidak juga dikatakan dengan jelas apa mobilnya menyenggol Eli atau bagaimana hingga ia terhuyung)

Awalnya dikatakan Kev lupa ingatan akibat penyakit Aneurismanya tetapi tak lama ingatannya kembali lagi dan di Hal 76 keadaannya sudah diperiksa oleh dokter Darmawan dan ia sudah memastikan Kev tidak akan mengalami kondisi itu lagi. Tetapi di akhir cerita diceritakan bahwa dokter Darmawan terkejut mengetahui ternyata ingatan Kev sudah kembali sejak lama.


Quotes :

Hidup dengan penyesalan dan rasa bersalah jauh lebih menyakitkan daripada kematian (Hal 101)

Terkadang orang butuh waktu untuk menjadi berani. Seorang pengecut pun suatu saat perlu menyelesaikan urusannya (Hal 170)

Memaafkan seseorang itu butuh proses (Hal 251)

Sekeras apapun mencoba, menusia diberi kemampuan untuk mengingat. Termasuk mengingat rasa sakit hati. Perasaan seperti itu tak akan bisa dilupakan dengan mudah. Tapi waktu dan kesibukan bisa membantu, membantu untuk menerima rasa sakit itu dan menumpuknya dengan perasaan lain yg lebih membahagiakan (Hal 315)

Kadang penegasan dari mulut justru lebih bisa nyampein maksud dengan jelas (Hal 326)

Kita memang dari dunia yang berbeda. Namun, sekeras apapun aku berusaha, perbedaan itu terasa sangat tak berarti bagiku. Meski duniaku berubah, aku tahu… aku hanya ingin kamu (Hal 176)

Terkadang orang yang diliputi amarah tidak bisa berpikir dengan secara rasional (Hal 188)

♣ tiaraorlanda 

Advertisements

One thought on “Book Review : Paper Romance oleh Lia Indra Andriana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s