Book Review : Walking After You oleh Windry Ramadhina

Started : 25 Juni 2016 – Finished : 28 Juni 2016

23686088

RATING : ★★★★★

Penerbit : GagasMedia
Tahun terbit : 2014
Harga :
Jumlah halaman : 328 halaman
ISBN : 979 – 780 – 772 – X

Stories :

Arlet mengamati kumpulan bolu warna warni yang berbaris di etalase.
Matanya berbinar. Pipinya merona dan senyumnya merekah.
Sementara itu bau tomat segar yang bercampur bawang putih serta daging menarik perhatianku. Aroma spagetti itu benar-benar harum. Ada aroma lain, keju dan lada.
Arlet menyukai kue prancis dan aku jatuh hati pada masakan Italia.

Ketika itu, kami masih anak-anak.
Ketika itu, segala suatu belum berubah rumit seperti sekarang.

Sepasang saudara kembar, Arlet dan Anise sama-sama menyukai dunia memasak. Arlet mencintai dunia pastry dan An mencintai dunia masakan Italia. Saat kecil, mereka bermimpi untuk membangun toko mereka sendiri. Tapi sejak kepergian Arlet, semuanya berubah. Rasa bersalah dan penyesalan selalu hadir mengikuti An tanpa ampun. Ia mulai belajar membuat kue seperti Arlet dan juga mulai bekerja di Afternoon Tea, toko kue milik sepupu mereka, Galuh.

Afternoon Tea mempertemukan An dengan seorang koki yang perfeksionis dan kaku bernama Julian. Walaupun awalnya mereka selalu bertengkar

karena An sangat ceroboh, tetapi kadang-kadang mereka bisa akrab dan mengobrol. Ya meskipun tetap dengan obrolan khas Julian yang kaku.

Lebih dari sebulan bekerja di Afternoon Tea, An juga bertemu dengan Ayu, si penulis yang disebut-sebut si gadis hujan oleh Galuh. Ayu selalu datang bersama hujan dan memesan soufflé cokelat yang tak pernah ia sentuh sama sekali. Terdorong rasa ingin tahu, An mencari tahu tentang gadis itu dan menemukan kenyataan bahwa ternyata Ayu pun sama dengan dirinya. Sama-sama terjebak dalam masa lalu mereka.

Baca selengkapnya dalam Walking After You !


Something (+) From ‘Walking After You’ :
Sebagai penggemar cerita sedih, aku sangat menyukai buku ini. Aku suka dengan cerita mengenai dunia pastry sekaligus masakan Italia di dalamnya. Apalagi saat membayangkan kue-kue yang dibuat oleh Julian. Aku lapar ! Aku mau tiramisu cake nya !

Suasana kelam, kehilangan dan penyesalan menguar dari buku ini saat aku membacanya. Aku bisa merasakan dengan jelas rasa kehilangan sekaligus betapa lelah An terjebak dalam kenangan bersama Arlet. Di beberapa bagian cerita aku bahkan menitikkan air mata.

Aku suka interaksi antara Julian dan An. Julian digambarkan sebagai sosok yang kaku jadi wajar saja bertingkah seperti itu. Menyebalkan. Rasanya aku pengen masuk ke buku dan membisikkan apa yang harus ia lakukan dan katakan. Aku suka saat An ngobrol akrab dengan ayah Julian. Dan aku juga suka dengan cara An mengajak Ayu untuk melupakan masa lalu, itu manis sekali sekaligus mengharukan.

Beberapa bagian cerita sempat membuat aku tertipu, aku mengira-ngira jalan ceritanya dan ternyata aku salah.


Something (-) From ‘Walking After You’ :


Quotes :

Kesendrian ini menyesakan, membuatku teringat pada hal-hal buruk (Hal 139)

Pelangi yang muncul setelah hujan adalah janji alam bahwa masa buruk telah berlalu dan masa depan akan baik-baik saja (Hal 256)

Itu masa lalu, jangan terjebak di dalamnya terlalu lama (Hal 275)

Sudah saatnya kau melepaskan masa lalu (Hal 280)

Jangan khawatir, semua akan baik-baik saja. Hujan pasti berhenti. Setelahnya, kau akan melihat pelangi (Hal 281)

Untuk melepaskan masa lalu, yang harus kulakukan bukan melupakannnya, melainkan menerimanya.  Dengan menerima, aku punya kssempatan untuk belajar memaafkan diri sndiri. Aku tidak berkata ini mudah. Dan ini akan butuh waktu. Tetapi, pada saatnya nanti, aku akan terbebas dari semua beban yang menekanku selama ini (Hal 293)

Waktu telah meluruhkan apa yang dahulu kami miliki. (Hal 302)

♣ tiaraorlanda 

Advertisements

4 thoughts on “Book Review : Walking After You oleh Windry Ramadhina

  1. […] Lagi-lagi masih buku dari ranah sad story, aku memutuskan menuliskan buku ini di kategori minggu ini karena yap ini juga adalah buku favoritku. Buku ini berisi konflik keluarga yang sangat dalam menurutku karena menyangkut saudara kembar, An dan Arlet. Kecintaan mereka terhadap dunia memasak dan pastry menjadi bonus pagi pembaca karena bisa menambah pengetahuan juga soal hal-hal diatas. Aku menyukai suasana kelam yang dikuarkan oleh buku ini sehingga untuk sad story menurutku buku ini sempurna. Bahkan aku tidak menemukan  hal yang tidak aku sukai dari buku ini. Review selengkapnya bisa dibaca di sini. […]

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s