Book Review : Tales From the Dark oleh Christina Juzwar, Christina Tirta, Dadan Erlangga, dkk

Started : 20 Juli 2016 – Finished : 22 Juli 2016

18711601

RATING : ★★★★☆

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2013
Harga : – (Baca di Aplikasi iJakarta)
Jumlah Halaman : 344 Halaman
ISBN : 978 – 979 – 22 – 9999 – 1

Stories :
Buku ini sendiri sebenarnya terdiri dari 13 kumpulan cerpen yang ditulis oleh 13 penulis berbeda. Beberapa diantara mereka sudah pernah aku baca tulisannya sebelumnya, ada yang sudah pernah aku dengar namanya, dan ada juga yang baru pertama kali aku tahu dari buku ini. Untuk mempersingkat reviewku, aku hanya akan menuliskan beberapa cerpen yang menjadi favoritku saja di bagian Stories ini.

  • My Halloween Costume oleh Christina Juzwar

Aku melihatnya
Ia sedang berjalan sendirian dan sibuk memainkan ponsel
Aku mencoba mengikutinya perlahan
Hanya dalam waktu lima menit, ia turun di halte
Ternyata ia tinggal di sebuah rumah yang indah, dan sepertinya sedang sendirian
Bagiku, inilah saatnya.Gadis itu terkejut dan wajahnya pucat sekali
Ketika ia menoleh, matanya membelalak dan…
AAAHHH!!!

Seminggu lagi menjelang Halloween dan aku belum menemukan kostum yang bagus untuk aku kenakan. Rasanya tak sabar untuk segera pergi, apalagi tahun ini aku sudah diperbolehkan mama untuk memilih dan mencari kostumku sendiri untuk acara Trick or Treat.

Hari ini aku memutuskan berjalan-jalan di sekitar pertokoan dan mal. Aku memperhatikan sekeliling pertokoan, aku tidak ingin terburu-buru memilih. Merasa tidak menemukan yang aku cari, aku akhirnya memasuki mal.Tetapi aku tidak juga melihat apa yang aku inginkan. Aku hampir putus asa. Lalu langkahku terhenti. Aku menatap ke dalam toko yang sekarang berada di hadapanku. Sebuah senyum tersungging di bibirku. Aku segera berputar dan berjalan pulang.

Aku sudah tahu apa yang akan kukenakan pada saat Haloween nanti!


  •  Si Penguntit oleh Lexie Xu

Orang bilang kalau sudah ada masalah besar menyerangmu, terutama masalah yang berbau spiritual, biasanya semua akan diawali dengan kemunculan firasat buruk

Aku diajak teman-temanku menginap di akhir minggu. Berlibur sejenak dari tugas kuliah yang menumpuk. Aku sih senang-senang saja, apalagi disana akan ada Nico yang ada dalam daftar gebetanku sejak dua tahun lalu.

Vila ini sebenarnya lebih mirip pondok kayu sederhana. Letaknya di salah satu bagian terindah di Sentul. Seperti dugaanku, vila itu memang sudah tua dengn perabotan-perabotan bermodel jadul. Tapi setidaknya vila itu masih terawat dengan baik. Meski begitu perasaanku merinding saat memasuki vila tersebut.

Saat itu aku sedang membersihkan lantai dua bersama Nico, waktu itulah aku melihat dia untuk pertama kalinya. Sosoknya jelas seperti manusia biasa. Gaunnya krem bermodel lama. Kulitnya putih. Yang aneh, ia memiliki potongan rambut yang sama denganku. Hal pertama yang terlintas dalam kepalaku  adalah sebuah aturan singkat : Jangan pernah melihat mukanya.

Dia selalu mengikutiku kemana-mana. Karena itu aku menjulukinya si Penguntit. Aku selalu mengingat aturan entah dari mana yang selalu mengiang di kepalaku untuk tidak melihat mukanya, tapi hari itu, dia memaksaku melihat mukanya.


  • Detensi oleh Poppy D. Chusfani

Banyak hal di dunia ini yang dianggap memalukan oleh Amira. Salah satunya adalah nilai pelajaran merah dan yang lainnya adalah hukuman dari sekolah. Hari ini Amira terpaksa menerima salah satu hal memalukan tersebut karena mendapat hukuman dari Pak Suraji di perpustakaan sekolah. Disana ia ternyata bersama dengan Liam yang terkenal membuat onar di sekolah dan Haryo yang terkenal karena sikapnya yang ganjil. Walaupun begitu ia bersyukur, tidak sendirian.

Saat sedang mengerjakan hukuman yang diberikan oleh Pak Suraji, seorang anak kepala sekolah bernama Dinda memanggil mereka dan meminta mereka membantunya. Belum sempat mereka menjawab mereka sudah masuk ke terowongan bawah tanah, dan terpaksa menyelamatkan Dinda. Atau mereka akan terkurung oleh kekuatan kegelapan di terowongan itu.

Simak kelanjutannya dalam Tales From the Dark !


Something (+) dan (-) From ‘Tales From the Dark’ :

  • My Halloween Costume oleh Christina Juzwar

Aku suka dengan cerpen ini. Rasanya ngeri di penutupnya saja saat membayangkan, tapi tidak ada rasa deg-deg an. Jalan ceritanya bagus walaupun tidak mengejutkan.

  • Slumber Party oleh Christina Tirta

Aku suka dengan ide ceritanya dimana diceritakan beberapa orang menoton dvd yang tidak menahu dari mana dan isinya apa dan ternyata saat ditonton ada salah satu dari mereka yang melihat hal menyeramkan di video itu. Tapi anehnya saat dilihat ulang tidak ada apa-apa. Saat baca ini aku lumayan deg-deg an dan ngeri, apalagi karena ada adegan kejar-kejaran.

  • Membunuh Galuh oleh Dadan Erlangga

Aku tidak mengerti dengan cerita ini, twistnya membingungkan hingga aku benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi dengan kedua tokohnya. Apakah Galuh yang terbunuh atau membunuh ?

  • Rumah Permintaan oleh Erlin Cahyadi

Cerpen yang satu ini menurutku kurang seru dibanding yang lainnya, tapi merupakan keuntungan juga bagiku karena bisa sedikit bernafas lega setelah sibuk deg-degan. Cerpen ini tidak seram, tidak bikin deg-degan, hanya bikin penasaran saja sayangnya akhir ceritanya pun kurang seru

  • Lily’s Top Secret oleh Lea Agustina Citra

Aku suka cerpen ini karena membuatku bingung. Gwen yang ingin membuktikan kabar bahwa Lily adalah seorang vampir dan Lily yang ternyata bukan vampir. Atau iya ? Aku dibuat percaya oleh pengelihatan Gwen, tapi aku juga merasa sedikit percaya dengan kata-kata orangtua Lily. Seru !

  • Si Penguntit oleh Lexie Xu

Cerita ini sangat khas Lexie Xu. Mulus. Ceritanya lengkap. Ada unsur komedinya, ada juga perasaan seram dan takut, juga deg-deg an.

  • Bidadari Yang Terluka oleh Luna Torashyngu

Tidak ada yang menyeramkan dari cerita ini malah aku merasa terenyuh setelah membacanya.

  • Detensi oleh Poppy D. Chusfani

Cerpen ini adalah salah satu favoritku. Aku merasakan deg-deg an juga ketakutan saat Liam, Haryo dan Amira berada di terowongan itu. Apalagi saat mahkluk kegelapan itu datang, dengan bunyi rantai dan sebagainya, aku takut sekali. Benar-benar seperti merasa ada di terowongan itu juga.

  • The Curse of the Messenger oleh Pricillia A. W.

Cerpen ini termasuk salah satu yang menyentuh dan sedikit membuat deg-deg an setelah tahu siapa Bertha.

  • Badai oleh Regina Feby

Cerpen ini dimulai dengan mulus. Membuat aku penasaran. Berhasil memunculkan rasa ngeri dan seram saat adanya bangkai. Memunculkan dugaan-dugaan siapa pelakunya. Sayangnya akhirnya nanggung sekali. Benar-benar kurang dikit lagi rasanya, kurang seram. Haha !

  • Cerita Malam oleh Valleria Verawati

Sebenarnya ide cerita ini biasa aja. Sangat umum. Jurit malam, orang yang ternyata sudah meninggal, biasa. Tapi Penulis bisa membuat cerita ini menarik. Horornya terasa, sebentar-sebentar kita lega sebentar lagi merasa takut. Aku suka.

  • The Deathly Music Box oleh Veronica B. Vonny

Yang paling menarik dari cerpen ini adalah kenyataan bahwa cerita ini terinsiprasi dari kisah nyata. Gak bisa aku bayangkan bagian mana yang fiksi dan nyatanya. Seram semuanya, soalnya. Yang tidak aku sukai dari cerita ini hanyalah akhir ceritanya, kurang greget.

  • Reinkarnasi oleh Yennie Hardiwidjaja

Aku suka cerita ini karena bertema reinkarnasi. Satu hal yang selalu bikin aku penasaran sampai sekarang, sebenarnya hal itu ada gak ya. Jadi cerita ini menarik untukku, apalagi saat tau siapa Sky itu sebenarnya.


tiaraorlanda ♣

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s