Book Review : 3 (tiga) oleh Alicia Lidwina

25792211

RATING : ★★★★☆

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2015
Harga : Rp 75.000
Jumlah Halaman : 320 Halaman
ISBN : 978 – 602 – 03 – 1677 – 2

Stories :

“Selama seseorang masih memiliki sesuatu untuk diperjuangkan, dia tidak akan bunuh diri. Kecuali jika memang bunuh diri adalah satu-satunya cara mempertahankan apa yang dia perjuangkan.”

Berita itu datang mendadak. Dalam 24 jam aku sudah berpakaian serbahitam. Tangan kananku memegang juzu sambil mengucapkan kalimat menenangkan berulang kali dalam hati. Aku tidak pernah bisa terbiasa menghadiri pemakaman.

Pemakaman ini membawaku bertemu kembali dengan Sakamoto. Membawaku kembali berhadapan dengan masa laluku. Bersama kami lantas memunculkan kembali kenangan-kenangan indah persahabatan semasa dulu. Sebelum berpisah.

Hashimoto Chihiro, sahabat kami telah meninggal dunia. Kematiannya diduga karena bunuh diri, melompat dari atap gedung. Tak kusangka setelah berpisah selama tujuh tahun, seperti inilah pertemuan kami kembali.

Hashimoto meninggalkan pesan kematian berupa angka 3 yang digoreskan dengan lipstik. Aku mencoba menerkanya. Kami mencoba. Sesungguhnya aku tak percaya Hashimoto bisa mengakhiri hidupnya dengan cara ini. Apa yang sebenarnya ia pikirkan ?

Bermacam tanda tanya muncul di kepalaku hingga akhirnya Hashimoto datang untuk menagih janji yang dulu seharusnya kami wujudkan bersama.

Simak kelanjutannya dalam 3 (tiga) !


Something (+) and (-) From ‘3 (tiga)’ :
Ekspektasi awalku terhadap buku ini salah total. Aku salah mengira genre dari buku ini. Tapi setelah membacanya aku justru menemukan kepuasan yang lain.

Buku ini bertemakan jepang yang kuat. Tetapi lini metropop membuatnya tidak terlalu membosankan. Meskipun di awal cerita alurnya lambat hingga perkembangan ceritanya pun terasa begitu-begitu saja, tetapi saat mendekati pertengahan halaman, ceritanya mulai bisa aku nikmati.

Buku ini menggunakan alur maju mundur. Hal ini membuat ceritanya semakin menarik, karena pertanyaan demi pertanyaan terjawab pelan-pelan. Hingga rasanya aku tak bisa berhenti membaca saking penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.

Hubungan ketiga tokoh utama ini pun bagiku menarik. Mereka dekat dan akrab sekali. Bahkan rasanya hubungan persahabatan terasa masih kurang akrab untuk menggambarkan kedekatan mereka bertiga.

Buku ini juga menghadirkan aura kelam dan gelap yang mampu membawaku ikut serta ke dalam ceritanya.


Quotes :

Tapi, aku tidak ingin menangis. Kalau aku melakukannya, aku takut tidak bisa berhenti (Hal 12)

Beberapa orang mengekspresikannya dengan menangis. Dan beberapa orang akan memilih untuk menolak kebenaran dari semua ini (Hal 25)

Ketika kau jatuh cinta, kau bisa melarangnya tapi kau tak bisa menolaknya (Hal 89)

Jangan menanggalkan hal-hal yang baik, kalau kau melakukannya kau akan kehilangan mereka dan mereka akan menjadi kenangan. Kau akan menyesal di kemudian hari karena sudah membuang hal-hal baik dan menyenangkan hanya karena kau takut mendapatkannya (Hal 137)

Terkadang, ada saat ketika aku harus membiarkan masa lalu menenggelamkanku, supaya aku tidak lupa. Supaya mereka tidak hilang dari dalam ingatanku (Hal 230)


tiaraorlanda ♣

Advertisements

2 thoughts on “Book Review : 3 (tiga) oleh Alicia Lidwina

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s