Book Review : Prolog oleh Adeliany Azfar

Started : 02 Oktober 2016 – Finished : 02 Oktober 2016

23007824

RATING : ★★★☆☆

Penerbit : Grasindo
Tahun Terbit : 2014
Harga : Rp 10.000 (Sale Gramedia Margonda Depok)
Jumlah Halaman : 218 Halaman
ISBN : 978 – 602 – 251 – 438 – 1

Stories :
Hujan kali itu mempertemukan Nadi dengan si lelaki biker yang menemukan sapu tangannya. Sapu tangan yang merupakan hadiah dari ibunya, sapu tangan dengan inisial namanya, CN. Cheryl Nandita.

Hujan kali ini Nadi kehilangan ibunya. Rasanya masih tak percaya. Kemarin ibu baik-baik saja tapi hari ini semua orang datang untuk melayat. Kini Nadi sudah tak memiliki siapa-siapa lagi. Om Gie, adik Ibu mengajak Nadi untuk ke Bandung tinggal bersamanya karena ia khawatir apabila Nadi tinggal sendirian di Sukabumi. Lagipula Nadi sudah lama tidak ‘menjenguk’ ayahnya yang telah tiada.

Sebenarnya kembali ke Bandung akan membangkitkan kenangan-kenangan Nadi dengan ayah. Tapi berdiam di Sukabumi dan kenangan bersama Ibu pun rasanya akan sama saja. Akhirnya Nadi setuju untuk ikut Om Gie ke Bandung.

Di Bandung Nadi memasuki sekolah baru dan langsung berkenalan secara tidak sengaja dengan seorang anak lelaki yang ternyata menyenangkan, Owen. Mereka berdua pun ternyata sekelas walaupun tidak sebangku. Selama beberapa hari Nadi tidak memiliki teman sebangku karena teman sebangkunya yang terpaksa absen lantaran sakit.

Hari demi hari berlalu dan Nadi sangat terbantu dengan

kehadiran Owen. Sampai akhirnya teman sebangku Nadi kembali ke sekolah dan mengubah kedekatan Nadi dan Owen.

Ata yang juga sahabat akrab Owen telah kembali ke sekolah. Dia juga kembali membawa sebuah kenangan. Sayang keadaannya tidaklah mudah.

Simak kelanjutannya di Prolog !


Something (+) and (-) From ‘Prolog’ :
Aku tidak memiliki ekspektasi apa-apa saat membeli dan akan membaca buku ini. Pikirku ceritanya mungkin akan sedih-sedihan, romansa seperti biasanya. Awalnya aku mengira buku ini akan penuh berisi konflik keluarga ternyata aku salah. Konflik keluarga bisa dibilang jembatan saja untuk konflik selanjutnya. Tapi aku cukup menikmati membaca buku ini karena aku suka sekali dengan sad story seperti Prolog ini. Berisi sedikit kisah keluarga, cinta segitiga tapi tetap menarik untuk dibaca. Kovernya simpel. Bergambar bunga, sepertinya bunga Krisan ? Karena bunga itu adalah favorit Ibunya Nadi. Aku juga suka dengan nama unik karakter Ata, yang aslinya bernama Jakarta. Sayangnya ada istilah Hiperventilasi yang muncul beberapa kali di buku ini tapi tidak ada footnote untuk penjelasan apa artinya.


Quotes :

Itu mengapa sebaiknya kamu bekerja di bidang yang kamu suka, kamu enggak akan merasa capek seberat apa pun pekerjaannya (Hal 42)

Untuk orang-orang yang sering ditinggal dan kehilangan, satu-satunya kata yang pantas diulang-ulangnya dalam situasi ini adalah takut. Takut kalau situasi yang sama datang padanya. Takut kalau kembali merasa sedih dan tak bisa menjalani hari-hari seperti biasa. Takut akan kekosongan di dalam hidup dan hatinya. Takut. (Hal 146)

Memiliki kenangan tentang seseorang yang telah pergi hanya akan menggoreskan luka tanpa darah (Hal 151)


tiaraorlanda ♣

Advertisements

2 thoughts on “Book Review : Prolog oleh Adeliany Azfar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s