Book Review : 100 Jam oleh Amalia Suryani dan Andryan Suhardi

download

RATING : ★★★★☆

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2007
Harga : –
Jumlah Halaman : 232 Halaman
ISBN : 978-979-22-3138-0

Stories :

Ia sudah besar. Padahal rasanya baru kemarin ia datang ke panti ini dengan berselimut kain tipis saat kebun melatiku bermekaran.

Namanya Jasmine, tanpa nama belakang. Sebab dengan satu kata itu saja, namanya sudah menyiratkan banyak makna termasuk sejarahnya. Setiap tahun ia selalu menunggu datangnya tanggal 29 Februari karena hari itulah ia dilahirkan. Apabila tahun itu tidak memiliki tanggal 29, Jasmine akan menuliskannya sendiri, memaksakan adanya tanggal kelahirannya di kalender tersebut.

Sayangnya menjelang ulang tahun yang dinanti-nantikannya, Jasmine malah melakukan kenakalan-kenakalan yang membuat ia terpaksa dihukum oleh Bu Meynar. Dan kali ini hukumannya berbeda, ia dihukum mengajar selama 100 jam di sekolah kolong jalan tol ! Belum lagi hal itu membuatnya terpaksa menerima tantangan lain dari musuh bebuyutannya di sekolah.

Bagaimana selanjutnya kisah petualangan Jasmine di sekolah kolong jalan tol ? Baca kelanjutannya di 100 Jam !


Something (+) dan (-) From 100 Jam :
Buku ini bukanlah buku yang baru melainkan sudah terbit sekian lama. Aku kembali membaca buku ini setelah menemukan ada teman yang menjualnya di media online. Aku kembali bernostalgia dengan 100 Jam setelah belasan tahun berlalu. Bicara mengenai cover aku memang memiliki ketertarikan sendiri dengan buku-buku ¬cover lama sehingga cover buku ini pun menurutku menarik.

Walaupun dibaca kembali dengan usia yang berbeda saat pertama kali membacanya, buku ini masih tetap bagus. 100 Jam menceritakan bagaimana kisah Jasmine selama menjadi guru dadakan di sekolah kolong jalan tol. Sangat sedih rasanya melihat bagaimana anak-anak kolong jalan tol itu sangat bersemangat sekolah namun sayangnya terkendala ini dan itu.

Buku ini menggunakan alur maju dan sesekali alur mundur. Ceritanya berpusat pada Jasmine dan hubungan Jasmine dengan teman-temannya baik di panti, sekolah atau pun di sekolah kolong jalan tol. Hal ini mengajarkan kita untuk tetap semangat meraih mimpi, klise tapi itu terasa benar memotivasi saat membaca buku ini. 100 Jam tidak menyajikan cerita yang muluk-muluk sehingga mudah membuatku merasa terhubung dengan kisahnya.


tiaraorlanda ♣

Advertisements

2 thoughts on “Book Review : 100 Jam oleh Amalia Suryani dan Andryan Suhardi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s