Book Review : Dimsum Terakhir oleh Clara Ng

13444842

RATING : ★★★★★

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2006
Harga : –
Jumlah Halaman : 368 Halaman
ISBN : 978-979-22-7952-8

Stories :

Butir-butir keringat Anas berjatuhan di dahi ketika bayi itu akhirnya berhasil meluncur keluar dari rahimnya. Kepalanya terhempas ke belakang. Nyawanya seakan lenyap sedetik dari raganya. Tapi, Anas masih menangkap seruan gembira dokter kandungan.

“Bayi keempat! Semuanya perempuan!”

Siska yang telah bekerja di  Singapura adalah seorang wanita karier. Dia bisa mendapatkan apa saja termasuk mendapatkan perhatian laki-laki. Tapi saat ini ia dirundung suatu masalah besar, kliennya menuntutnya atas pelecehan seksual.

Indah yang berada di Jakarta juga berada satu kota dengan ayahnya tidak lantas membuatnya tau dengan jelas keadaan ayahnya. Indah memiliki persoalan sendiri, cintanya pada seorang laki-laki yang juga mencintainya. Sayangnya mereka tetap tak bisa bersama karena lelaki itu sangat mencintai Tuhannya. Lebih dari ia mencintai Indah.

Rosi menggulirkan cerita yang lain. Selama ini ia tinggal di Bandung, ia bekerja sebagai petani bunga yang bunganya selalu laris manis terjual. Tapi dibalik dirinya ada hal lain yang memberontak untuk keluar. Memaksa untuk diakui. Meminta Rosi untuk jujur terhadap dirinya sendiri.

Menjadi anak paling kecil, si lemah yang mudah sakit saat kecil ini juga membawa cerita lain. Ia mengajar di sebuah sekolah di Yogyakarta. Keinginannya untuk memeluk agama Katolik merisaukannya. Tak hanya itu, seorang laki-laki menyukainya. Ia pun juga. Tapi ketakutannya begitu besar. Ia takut akan ditinggalkan saat lelaki itu tau dia tidak akan bisa menjadi wanita seutuhnya.

Siska, Indah, Rosi dan Novera terpaksa mendadak pulang kerumah untuk mendampingi ayah mereka yang diprediksi tidak punya harapan hidup lagi. Ternyata kesempatan berkumpul kali ini berbeda. Berbagai cerita dan rahasia dari keempat anak kembar ini lantas bergulir. Menghadirkan pertanyaan demi pertanyaan tentang hidup dan masa depan mereka. Tentang keluarga mereka sebenarnya seperti apa. Bisa kah mereka menikmati dimsum bersama kembali di tahun baru mendatang, seperti yang lalu-lalu ?

Baca kelanjutan kisah mereka dalam Dimsum Terakhir !


Something (+) and (-) From Dimsum Terakhir :

Sudah lama aku tertarik dengan judul buku ini namun tak pernah menyempatkan membaca sinopsisnya. Setelah membaca sinopsisnya aku langsung tertarik untuk membaca Dimsum Terakhir  karena aku suka dengan cerita yang bertema keluarga seperti ini.

Aku sebenarnya sering terhambat apabila membaca buku-buku tebal seperti ini yah setidaknya menurutku ini tebal. Tapi saat membaca buku ini aku bisa menyelesaikan dengan cepat karena memang buku ini membuatku penasaran bagaimana tiap tokoh ini bisa menyelesaikan konfliknya.

Dimsum Terakhir tidak menyajikan kejutan-kejutan berarti malah hampir seluruh ceritanya dapat kutebak kelanjutannya, tetapi rasa penasaran yang dibangun penulis dari awal hingga akhir ceritanya membuatku sebagai pembaca tertarik untuk terus membaca.

Bagian yang paling membuatku sesak nafas adalah saat saat terakhir Nung dan saat Nung pertama kali mengetahui umurnya tak lagi lama. Ada sedikit bagian yang bertentangan dengan diriku secara personal tapi kurasa tak mengapa, masih bisa kuterima.

Tak hanya mengalirkan cerita kekeluargaan, Dimsum Terakhir juga turut menyertakan cerita tentang kehidupan diskriminasi padav kaum Tionghoa serta bahasan bahasan mengenai keagamaan di dalamnya. Cerita yang rawan tapi sangat menarik untuk diikuti.

Buku ini akan memberitahukan padamu, seperti apa seharusnya keluarga itu.


Quotes :

Jangan terlalu percaya pada apa yang kita lihat, Sayang. Percayalah pada apa yang kamu rasakan (Hal 154)

Seperti itukah hidup ini? yang berjumlah besar akan menjajah mereka yang minoritas. (Hal 219)

Lega rasanya, bisa tertawa sekeras itu waktu aku nyaris kehilangan kewarasan (Hal 251)

Satu lilin dapat menerangi ruangan. Satu orang dapat menggeser gunung (Hal 258)

Barangkali, orang koma memang tidak pernah kehilangan kontak dengan alam sekitarnya.  Tidak pernah kehilangan waktu. Mereka orang-orang yang mempunyai lebih banyak kesempatan daripada orang sehat yang dapat berjalan (Hal 303)


tiaraorlanda ♣

Advertisements

2 thoughts on “Book Review : Dimsum Terakhir oleh Clara Ng

  1. […] 01. Cruise Chronicle oleh Ruwi Meita 02. Dongeng Patah Hati oleh Aveline Agrippina, Callia, dkk 03. Tell Me Your Wish oleh Kim Rang 04. 3 (tiga) oleh Alicia Lidwina 05. Holy Mother oleh Akiyoshi Rikako 06. Prolog oleh Adeliany Azfar 07. My Friends, My Dreams oleh Ken Terate 08. 100 Jam oleh Amalia Suryani & Andryan Suhardi 09. Nada Cinta Marcella oleh Ken Terate 10. Sebuah Usaha Melupakan oleh Boy Chandra 11. Dimsum Terakhir oleh Clara Ng […]

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s