Book Review : Stasiun oleh Cynthia Febrina

18080486.jpg

RATING : ★★★☆☆

Penerbit : Plotpoint
Tahun terbit : 2013
Jumlah Halaman : 171 halaman
Harga : –
ISBN : 978-602-9481-36-5

Stories :

Adalah Adinda, seorang gadis yang terbilang ‘pendatang baru’ di Stasiun Bogor. Dinda terpaksa menempuh jarak Bogor-Jakarta dengan kereta api, sejak kandasnya hubungannya dengan Rangga. Sejujurnya Dinda merasa, kereta api bukanlah transportasi yang nyaman. Bahkan seandainya bisa, ia lebih memilih naik taksi yang tarifnya lumayan dibandingkan naik kereta.

Adalah Ryan, sang ‘anak kereta’ sejati yang telah menghabiskan banyak hari-harinya di Stasiun. Bertemu dengan para pedagang kios, ngobrol dan Stasiun pun menjadi saksi, saat ia kehilangan sahabatnya.

Tiap pagi mereka menunggu kereta di peron yang kadang berbeda  Tapi jalur yang sama memungkinkan langkah dan hati mereka bertautan.

Baca kelanjutannya dalam ‘Stasiun’ !


Something (+) and (-) From “Stasiun” :

Awal aku melihat buku ini, aku punya ekspektasi yang tinggi akan ceritanya. Aku suka covernya yang cerah, ilustrasi cover yang menarik dan secara personal aku suka dengan setting tempat utama di buku ini, Stasiun. Dan kotanya, yaitu Bogor.

Aku berpikir Stasiun ini akan menjadi tempat bertemunya dua sejoli, tapi nyatanya aku tak sepenuhnya benar, meski juga tak sepenuhnya salah.

Buku ini menceritakan tentang dua tokoh utama yang ternyata berdiri sendiri. Aku agak lelah menantikan kapan mereka akan bertemu, yang akhirnya terjawab di halaman-halaman terakhir.

Antara bab yang satu dengan yang lainnya terkadang tidak berkaitan, sehingga karakter menjadi abu-abu dan agak sulit memiliki keterikatan dengan para tokoh.

Penulis sepertinya agak condong ke arah sastra lama melihat dari gaya bahasa berceritanya. Sejauh membaca, aku masih menikmatinya.

Akhir ceritanya terlalu diburu-buru, aku tak diberi kesempatan untuk membangun chemistry dengan dua tokoh ini.

Obrolan-obrolan di Stasiun mengenai kehidupan, merupakan salah satu bagian favoritku dalam buku ini.

Stasiun bukanlah tipe buku yang menyimpan kejutan, tapi ringan dan cukup menghibur.

For sentimental reason, i like this book 😉


Quotes :

Sometimes it scares me that time flies and nothing changes (Hal 44)

Mungkin melalui lukisan , kita dapat berjuang. Membuat yang hampir terlupa kembali diingatkan. Menghidupkan kembali hal-hal kecil yang dimatikan (Hal 89)

Perasaan kehilangan adalah yang paling bajingan setelah pengharapan (Hal 124)

 tiaraorlanda ♣

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s